Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro Ahmad Gunawan mengungkapkan, bahwa lokasi penangkapan buaya bukan termasuk daerah endemik.
“Artinya, buaya itu bisa jadi merupakan migrasi dari daerah lain,” ujarnya, Jumat (16/2/2024).
Meski bukan daerah endemik buaya, warga setempat sudah sering mengetahui kemunculan hewan reptil tersebut di area Sungai Prudung Desa Kebonagung Kecamatan Padangan maupun di Sungai Bengawan Solo setempat.
“Tahun 2022, warga beberapa kali mengetahui kemunculan buaya di Sungai Bengawan Solo, ada sekitar 2 ekor,” jelas pria asal Pamekasan, Madura itu.
Kemunculan buaya di sungai itu tidak jauh dari permukiman. Jarak sungai dengan rumah warga terdekat hanya sekitar 50 meter. Beruntung, buaya berukuran panjang sekitar 2,5 meter itu berhasil ditangkap.
Penangkapan dilakukan usai mendapat laporan dari Sulkan, bahwa sekitar pukul 10.00 WIB, ada buaya yang muncul di Sungai Prudung Dusun Brangkal RT 03 RW 01 Desa Kebonagung Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro.
“Sekitar 2 jam kemudian berhasil ditangkap dengan dijebak menggunakan simpul tali di jalur yang sering dilalui buaya tersebut,” tambahnya.
Untuk diketahui, petugas Damkarmat Bojonegoro sebelumnya juga telah memasang papan peringatan agar tidak melakukan aktivitas di sekitar sungai. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar segera melapor kepada petugas jika mengetahui ada buaya yang muncul kembali. [lus/aje]






