Mojokerto (beritajatim.com) – Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02 di Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto ini mengangkat tema Kerajaan Majapahit. Tema ini diangkat untuk meningkatkan pertisipasi pemilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024.
Dengan nuansa kerajaan Majapahit, TPS 02 Desa Gading ini memukau para pencoblos. Mulai dari pintu masuk dihiasi miniatur Terakota, tombak, hingga gunungan wayang, serta dilengkapi dengan suara gending Jawa, dan petugas yang mengenakan pakaian adat kerajaan Majapahit.
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Gading, Anim Muawanah mengatakan, tema tersebut terinspirasi dari masa Raja Raden Wijaya yang mengadakan pemilihan umum pengganti tumenggung dengan melibatkan keluarga, selir dan patihnya.
“Karena Mojokerto ada kerifan lokal jadi kami ingin menampilkan kearifan lokal dari kerajaan Majapahit. Semua anggota KPPS memakai pakaian adat zaman Majapahit, termasuk Linmas yang turut serta menggunakan pakaian,” ungkapnya, Rabu (14/2/2024).
Persiapan dilakukan para anggota KPPS telah dimulai sejak lima hari sebelumnya, mulai mempersiapkan konsep hingga menyewa dekorasi. Anim menjelaskan, biaya pembangunan TPS berasal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto senilai Rp 2 juta, dan sumbangan dari anggota dan Kepala Desa (Kades) Gading.

“Ini merupakan pertama kali menggunakan konsep ini dengan tujuan untuk menarik minat masyarakat agar tidak golput. Total biaya yang dihabiskan untuk membangun TPS ini sekitar Rp3,5 juta, dari KPU Rp2 juta dan urunan anggota serta Kades. Urunan ini inisiatif anggota atau petugas,” katanya.
Pihaknya ingin menyemarakan pesta demokrasi lima tahunan tersebut dengan mengambil tema Kerajaan Majapahit. Pihaknya juga memberikan door prize bagi lima pemilih pertama yang datang menyalurkan hak suaranya yakni berupa alat perabotan rumah tangga.
Sementara itu, salah satu pemilih di TPS 02 Desa Gading, Asmunikah (39) menyambut baik tema diusung TPS tersebut. “Tema kerajaan Majapahit ini sangat bagus untuk mengenalkan sejarah Kerajaan Majapahit kepada masyarakat umum, dan tema ini beda dari desa lain,” tambahnya. [tin/ian]






