Tuban (beritajatim.com) – Cerita perjuangan petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) bersama Linmas dan TNI/Polri saat mendistribusikan logistik Pemilihan Umum (Pemilu) di desa terpencil yang terletak di Dusun Dermalang, Desa Mlangi, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Akses jalan sulit dan berbahaya lantaran jalanan licin dan berkubang lumpur terpaksa ditembus petugas pendistribusi logistik Pemilu, sebab jalan ini merupakan akses jalan satu satunya.
Dusun terpencil tersebut jaraknya cukup jauh dari pusat keramaian sekitar 2 km lebih untuk bisa sampai di pusat desa, bahkan untuk akses jalan kesanapun harus membutuhkan tenaga ekstra lantaran jalan satu-satunya menuju dusun itu sangat sulit dilalui kendaraan terlebih pada musim hujan.
Menurut Kepala Desa Mlangi Siswarin menyampaikan, mayoritas masyarakat di dusun itu ialah bekerja sebagai petani dan nelayan sungai dan dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke pusat desa karena akses jalan yang cukup susah dilalui kendaraan.
“Terlebih saat musim penghujan ya sangat sulit dilalui, sehingga para petugas harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menuju dusun tersebut,” tutur Siswarin.
Adapun pendistribusian logistik pemilu di Dusun tersebut yakni TPS 13 dan mendapatkan pengawalan ketat baik dari TNI maupun aparat Kepolisian dengan menggunakan kendaraan roda dua dan perlengkapan logistik dibawa menggunakan rengkek.

“Biasanya bisa melalui sungai, namun saat ini penuh dengan tumbuhan eceng gondok sehingga tidak bisa dilalui perahu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Dusun yang dihuni sekitar 70 Kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa dan sebelumnya pernah akan dilakukan relokasi ditempat yang lebih layak namun sebagian besar masyarakatnya menolak dengan alasan lokasi yang menjadi tempat tinggal mereka sekaligus menjadi tempat mereka mengais rezeki.
“Mayoritas warga menolak untuk dilakukan relokasi dan mereka tetap memilih untuk bertahan karena kebanyakan dari mereka mata pencahariannya sebagai nelayan sungai,” tutur Kades Mlangi.
Sementara itu, Kapolres Tuban AKBP Suryono mengungkapkan, lokasi dusun Dermalang ini dikelilingi oleh perairan sungai sehingga menjadi kerawanan tersendiri yang kemungkinan sewaktu-waktu bisa terjadi banjir.
“Maka dari itu kami mengantisipasi kejadian Banjir, khusus di Dusun Dermalang kami menempatkan 2 personel untuk melakukan pengamanan di TPS 13 Dusun tersebut,” ungkap AKBP Suryono. [ayu/aje]






