Gresik (beritajatim.com) – Tambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Gresik telah disetujui Kementrian Pertanian. Meski ada tambahan, Dinas Pertanian (Distan) setempat belum memastikan kuota tambahan yang diberikan. Pasalnya, petani masih kekurangan 37,7 ribu ton.
Sebelumya, alokasi pupuk subsidi petani tahun 2024 mengalami penurunan. Data Distan Gresik mencatat ada kekurangan 37,7 ribu ton pupuk subsidi. Imbas dari itu, Distan mengajukan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebanyak 31.712 ton jenis pupuk urea dan 35.809 ton jenis NPK.
Namum alokasi yang diterima hanya sebanyak 9.726 ton untuk NPK dan 16.129 ton untuk Urea. Jumlah alokasi tahun 2024 itu sudah menurun drastis dibandingkan tahun 2023 yang juga sudah menurun.
“Alokasi awal tahun yang seharusnya digunakan untuk Musim Tanam (MT) 1,2 dan 3 kami alihkan untuk MT 1 dan 2. Selanjutnya kami mengajukan tambahan alokasi subsidi,” ujar Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anindito Putro, Minggu (11/02/2024).
Ia menjelaskan dari pengajuan itu sudah mendapat angin segar. Surat tambahan alokasi sudah diajukan ke Kementan dan disetujui.
“Alokasi tambahannya berapa lama ini yang kami belum tahu. Yang jelas pemerintah telah mengalokasikan dana Rp 14 triliun untuk pupuk subsidi nasional,” paparnya.
Terkait dengan itu, lanjut Eko, dirinya berharap Kabupaten Gresik mendapat prioritas tambahan pupuk subsidi karena masuk zona 1.
Seperti diketahui, Distan Gresik mengajukan tambahan pupuk subsidi sebanyak 37.805 ton dengan rincian Urea 14.435 ton dan NPK 23.370 ton. Ini karena kekurangan pupuk untuk para petani di Gresik masih cukup banyak.
Untuk kekurangan itu, kata Eko, pihaknya juga memberikan opsi dengan membagikan bantuan pupuk organik cair (POC) dan pupuk hayati cair (PHC). Kedua produk tersebut terbukti dapat meningkatkan hasil panen.
“POC dan PHC tersebut merupakan alternatif bagi petani. Tapi petani masih mengharapkan kecukupan pupuk subsidi dan berharap ada tambahan,” pungkasnya. [dny/but]






