Ponorogo (beritajatim.com) – Ratusan warga Ponorogo mengikuti pesta rakyat yang diadakan oleh relawan Jawa Timur Bersama Ganjar-Mahfud (Jatim Beragam). Kegiatan jalan santai bersama relawan Ganjar-Mahfud itu dilaksanakan di Desa Bajang, Kecamatan Balong.
Nampak, ratusan warga antusias mengikuti game-game dalam acara bertajuk pesta rakyat tersebut.
“Hari ini kita relawan Jatim Beragam Ponorogo mengadakan pesta rakyat dan jalan santai,” kata Ketua Jatim Beragam Ponorogo, Belva Mutiara Beby, Sabtu (10/2/2024).
Kegiatan ini dilakukan di Desa Bajang, dimaksudkan Belva untuk mengakomodir pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 03 di wilayah Desa Bajang Kecamatan Balong dan Desa Ngasinan Kecamatan Jetis.
“Kita khususkan tempatnya di Balong, karena ya ingin mengumpulkan masyarakat di Desa Bajang dan Ngasinan,” katanya.
Belva mengungkapkan bahwa kegiatan yang juga untuk mensosialisasikan program-program unggulan dari capres dan cawapres Ganjar-Mahfud ini, merupakan titik terakhir kegiatan yang dibuat oleh relawan Jatim Beragam Ponorogo. Pasalnya, saat ini tanggal 10 Februari 2024, merupakan hari terakhir kampanyenya. Besoknya pun sudah hari tenang hingga pencoblosan digelar.
“Ini titik terakhir relawan Jatim Beragam Ponorogo menggelar acara, sebab besok sudah hari tenang, ” katanya.
Relawan Jatim Beragam Ponorogo, sudah beberapa kali melakukan kegiatan sosialisasi terkait dengan program-progam milik Pak Ganjar dan Pak Mahfud. Salah satunya dengan melakukan melakukan kegiatan workshop pemenuhan gizi dan pencegahan stunting di Kecamatan Slahung.
Selain itu, mereka juga mensosialisasikan program KTP Sakti. Ini merupakan program pengintegrasian segala informasi kebutuhan. Selain itu juga pengintegrasian bantuan dalam satu kartu berupa KTP. Sehingga dengan program KTP Sakti ini, diharapkan tidak terjadi adanya penyelewengan dana dan salah sasaran dalam pemberian bantuan sosial (bansos)
“Program KTP Sakti ini terus kita sosialisasikan ke masyarakat. Sebab, program pengintegrasian berbagai informasi kebutuhan dan bantuan dalam satu kartu KTP ini sangat bagus. Bisa mencegah adanya penyelewengan dana atau salah sasaran dalam pemberian bansos,” pungkas Belva. [end/beq]






