Gresik (beritajatim.com) – Banjir akibat meluapnya Kali Lamong di sejumlah desa di Wilayah Kabupaten Gresik mulai surut. Penurunan air tersebut membuat warga sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, ada 9 desa yang yang semula tergenang banjir.
Desa yang dimaksud yakni Desa Lundo, Deliksumber, Sedapur Klagen, Kedungrukem, Bulurejo, Munggugianti, Desa Bengkelolor, Gluranploso, dan Dermo. Genangan air sudah surut.
“Semua desa itu berada di wilayah Kecamatan Benjeng yang semula ketinggian air sampai 30 centimeter saat ini sudah aman,” ujar Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Gresik, Suyono, Kamis (8/02/2024).
Ia menambahkan, kondisi yang dialami di Kecamatan Benjeng tidak sama dengan di Kecamatan Menganti. Pasalnya, ada tiga desa yang tergenang air dengan ketinggian 10-30 centimeter.Diantaranya Desa Pranti, Bringkang, dan Mojotengah.
“Sebagian besar air menggenangi jalan poros desa dan jalan lingkungan desa,” imbuhnya.
Selain di Kecamatan Menganti. Banjir juga melanda di dua desa di daerah Utara Gresik akibat meluapnya sungai Bengawan Solo.
“Di desa itu ada satu daerah yang terendam yakni di dekat bantaran sungai dengan ketinggian 10-40 centimeter,” paparnya.
Banjir juga sempat melanda Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo. Akibatnya ruas jalan Sumput-Semambung yang sempat tergenang air sekarang sudah surut. [dny/but]






