Surabaya (beritajatim.com) – Kabar kepindahan Kylian Mbappe dari Paris Saint-Germain ke Real Madrid tengah mengemuka, namun prosesnya terhenti karena tuntutan gaji yang dinilai terlalu tinggi oleh pemain asal Prancis tersebut.
Dilansir dari berbagai sumber, kisah transfer pemain berusia 25 tahun itu semakin menarik perhatian, terutama setelah laporan terbaru menyebutkan bahwa pembicaraan kontrak antara Mbappe dan Real Madrid masih jauh dari kesepakatan. Meskipun pemain tersebut sudah menyetujui kepindahannya ke Bernabeu untuk musim 2024-2025, tuntutan gaji yang diajukan oleh Mbappe diklaim menjadi kendala serius.
Mbappe, yang kontraknya akan berakhir dalam enam bulan bersama PSG, diizinkan untuk berbicara dengan klub luar negeri untuk perjanjian pra-kontrak. Namun, The Independent melaporkan bahwa Real Madrid belum memberikan tawaran gaji yang memuaskan bagi Mbappe, meskipun klub tetap menjadikannya sebagai salah satu pemain dengan gaji tertinggi bersama dengan beberapa pemain top lainnya.
Meski masih terdapat sejumlah rintangan yang harus diatasi, ada konsensus di PSG bahwa Mbappe berpotensi meninggalkan klub di akhir musim, dan juara Prancis tersebut akan berusaha keras untuk mempertahankannya.
Sebelumnya, pada musim panas 2021, Real Madrid mencoba mengajukan tawaran senilai €200 juta (£171,1 juta) untuk Mbappe, namun PSG menolaknya. Dengan status bebas transfer yang diharapkan terjadi pada tahun 2022, Real Madrid berharap mendapatkan pemain berbakat ini setelah pendekatan gagal sebelumnya.
Namun, kekecewaan datang saat Mbappe menandatangani kontrak baru dengan PSG berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan 12 bulan. Meskipun demikian, pemain tersebut memberi sinyal bahwa dia tidak akan memperpanjang kontraknya, dan PSG mencoba menjualnya sebelum musim dimulai.
Meskipun ada tawaran rekor dunia sebesar £259 juta dari Al-Hilal, Mbappe menolak untuk membicarakan transfer ke tim Arab Saudi dan menyatakan keinginannya untuk tetap bermain di Eropa. PSG bahkan menawarkan kontrak baru, namun tuntutan gaji baru tersebut tidak dianggap sebagai kenaikan yang “signifikan” dari paket gaji Mbappe saat ini.
Dengan produktivitas Mbappe yang tetap tinggi di musim terakhir bersama PSG, dengan 29 gol dan tujuh assist dari 28 pertandingan, masa depannya tetap menjadi perbincangan hangat. Meski Liverpool dan Arsenal sempat menjadi opsi, gaji besar Mbappe membuat kepindahannya ke Liga Premier menjadi kurang realistis. (ian)






