Jakarta (beritajatim.com) – Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Anies Baswedan, memaparkan visi dan misinya di hadapan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) pada acara Sarasehan DPD RI Bersama Calon Presiden 2024. Acara yang mengambil tema “Menatap Kemajuan Daerah dan Sistem Ketatanegaraan” ini dihadiri oleh para anggota DPD RI dan para capres yang diundang.
Dalam paparannya, Anies mengusung visi misi “Indonesia Adil Makmur untuk Semua”. Ia menyoroti ketimpangan pembangunan yang terjadi di Indonesia, di mana terdapat daerah yang maju pesat dan daerah yang tertinggal.
“Misi kami adalah Indonesia adil makmur untuk semua. Ketika berbicara keadilan dan kesetaraan, kita harus melihat asal-usul mengapa Republik ini didirikan. Tujuannya adalah Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” kata Anies.
Anies menegaskan bahwa ketidakadilan dan ketidaksetaraan menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan. Ia mencontohkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Pulau Jawa dan Sumatera yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan luar Pulau Jawa dan Sumatera.
“Ini bukan sekadar angka. Harus ada langkah ekstra untuk mengejar ketertinggalan ini. Anak Indonesia yang dilahirkan di mana saja harus bisa mendapat kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang baik,” tegasnya.
Anies kemudian ditanya tentang komitmennya terhadap delapan persoalan fundamental kebangsaan, termasuk Otonomi Daerah, Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Alam, Kesejahteraan Sosial, Fiskal Daerah, Azas dan Sistem Bernegara Pancasila, Kepulauan dan Maritim, dan Keadilan Fiskal antara Pusat dan Daerah.
Menjawab pertanyaan tentang Otonomi Daerah, Anies menjelaskan bahwa tujuan desentralisasi adalah untuk pelayanan yang lebih cepat dan aspirasi rakyat yang lebih cepat terserap. Ia juga menekankan bahwa pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) harus berdasarkan landasan teknokratis, bukan konstelasi politik elit lokal.
Terkait Sumber Daya Alam, Anies menegaskan bahwa pengelolaannya harus dikembalikan kepada prinsip konstitusi, di mana korporasi harus mentaati konstitusi.
Untuk Kesejahteraan Sosial, Anies menyebut bahwa daerah harus didukung pusat dengan target capaian kesejahteraan rakyat yang didorong bersama.
Menjawab pertanyaan tentang Fiskal Daerah, Anies menekankan pentingnya komunikasi dan keseriusan antara pusat dan daerah.
Terkait transisi energi, Anies mengingatkan bahwa akhir dari investasi adalah yang paling penting dan harus dipikirkan sejak awal.
Menanggapi pertanyaan tentang wacana kembali kepada UUD 1945 naskah asli dan proposal kenegaraan DPD RI, Anies mengatakan bahwa diperlukan ruang dialog yang lengkap dan melibatkan seluruh stakeholder bangsa.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kepulauan dengan konsep kepulauan dan memperbaiki postur anggaran dan program untuk mencapai keadilan fiskal antara pusat dan daerah.
Sarasehan DPD RI Bersama Calon Presiden 2024 merupakan kesempatan bagi para capres untuk memaparkan visi dan misinya di hadapan para anggota DPD RI. Acara ini diharapkan dapat membantu para anggota DPD RI dalam menentukan pilihan capres yang terbaik bagi Indonesia. [beq]






