Tuban (beritajatim.com) – Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menyambut baik turunnya para intelektual dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk menyoroti dinamika demokrasi Indonesia.
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa para intelektual sedang mengingatkan semua kalangan untuk menjaga demokrasi yang telah dibangun dengan susah payah.
“Jangan sampai menggadaikan nilai demokrasi yang dibangun tinggi karena kepentingan-kepentingan sesaat,” ujar Ganjar usai menghadiri acara Hajatan Rakyat di Tuban.
Ganjar melihat bahwa demokrasi Indonesia saat ini sedang tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Hal ini dibuktikan dengan adanya tekanan-tekanan yang terjadi pada pendukungnya di beberapa daerah.
“Saya di Tuban saja kemarin mau membuat acara sulitnya minta ampun. Alasannya tempatnya sudah mau dipakai, itu juga mau dipakai. Cara-cara begini kita sudah paham,” ungkapnya.
Ganjar pun menegaskan kepada semua masyarakat untuk melawan jika ada tekanan, intervensi, dan lain sebagainya.
“Sudahlah, maka saya sampaikan lawan saja. Karena sebenarnya kita berkampanye untuk mengerahkan massa ini perintah undang-undang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ganjar bahkan menyebut adanya “operasi tertutup” yang dilakukan untuk menutup akses kampanye terbuka 03.
“Besok kita mau mengadakan acara di GBK, hari ini mencari bus sulit. Dan saya tahu operasi-operasi tertutup semacam ini sebenarnya bagian dari cara-cara mencegah agar kita tidak bisa mengerahkan massa. Tapi rakyat selalu punya cara,” tandasnya.
Turunnya para intelektual dan akademisi untuk menyuarakan keprihatinan mereka terhadap demokrasi Indonesia merupakan hal yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada harapan untuk memperbaiki demokrasi di negara ini. (ted)






