Surabaya (beritajatim.com) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surabaya menggelar orasi dan deklarasi dukungan untuk Pilpres satu putaran di Balai Pemuda, Jumat (2/2/2024).
Aksi ini menunjukkan keberanian dan lantangnya HMI Surabaya dalam menyuarakan keyakinannya, yang merupakan hasil konsolidasi, diskusi, dan kajian mendalam.
“Tradisi membaca, menulis, mengkaji, dan kemudian termanifestasi dalam sebuah suara aksi menjadi landasan sikap HMI Cabang Surabaya dalam mempertegas standing position,” ujar Ketua Umum HMI Cabang Surabaya, Azam Purwoaji.
Hasil kajian internal HMI Cabang Surabaya menunjukkan perlunya Pilpres satu putaran untuk menjaga stabilitas politik nasional dan meminimalisir polarisasi politik yang dapat mengakibatkan perpecahan di masyarakat.
Azam menambahkan bahwa narasi yang dipimpin oleh ide dan gagasan ini diharapkan mampu menjadi penggerak terlaksanaknya pilpres satu putaran yang aman, damai, dan menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan nasional maupun internasional.
Azam menegaskan bahwa orasi dan deklarasi ini tidak memihak paslon manapun. Dia menekankan bahwa generasi muda yang menjadi mayoritas pemilik suara dan seluruh rakyat Indonesia harus menentukan arah Pilpres 2024.
“Masyarakat sudah sangat cerdas, tidak akan mengulangi sejarah terjebak dalam jurang polarisasi politik yang tajam seperti pilpres-pilpres sebelumnya,” ujar Azam.
“Sehingga kami menawarkan suatu ide dan gagasan yang termanifestasi dalam produk deklarasi pilpres satu putaran untuk menjaga stabilitas politik nasional, meminimalisir polarisasi politik, dan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional lebih baik pasca Pilpres,” tambah dia.
Deklarasi HMI Cabang Surabaya tidak hanya berbicara tentang Pilpres satu putaran, tetapi juga menekankan pentingnya partisipasi pemilih dari generasi Z, yang merupakan mayoritas pemilik suara di Pemilu 2024 dengan sekitar 56% suara dari total pemilih.
“Mayoritas pemilih muda menjadi komoditas politik yang menentukan. Maka dari itu, mari kita gaungkan semangat gen Z geruduk TPS untuk menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani tanpa intervensi pihak manapun dalam menentukan transfer kepemimpinan nasional guna menghasilkan strong leader yang sesuai dengan basic demand bangsa Indonesia kedepannya,” pungkas dia. [asg/beq]






