Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebanyak 3.090 perempuan di Kabupaten Bojonegoro mendapat pekerjaan baru. Rata-rata perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga itu dipekerjakan oleh Mitra Produksi Sigaret (MPS) Dander PT Kareb Alam Sejahtera Kabupaten Bojonegoro sebagai pelinting rokok.
Direktur Utama (Dirut) PT Kareb Alam Sejahtera Sriyadi Purnomo mengatakan bahwa Mitra Produksi Sigaret (MPS) Dander ini dibangun bertujuan untuk mendirikan kerja sama dengan PT HM Sampoerna dan membantu pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Bojonegoro.
“Semoga dengan hadirnya PT HM Sampoerna dan seluruh MPS yang ada membawa dampak positif serta menjadi salah satu dari pionir membantu pemerintah mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran,” kata Sriyadi Purnomo, saat melakukan peresmian pada Selasa, 30 Januari 2024.
Untuk diketahui, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro menunjukkan, jumlah tenaga kerja di Bojonegoro masih didominasi oleh status pekerjaan buruh/karyawan/pegawai. Disusul, menciptakan tenaga kerja sendiri. Oleh karena itu, yang perlu diperhatikan adalah kegiatan tersebut harus mendapatkan dukungan dari semua pihak.
Sementara, jumlah penganggur di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2023 adalah sekitar 36,4 ribu orang atau turun sekitar 1.900 orang dibandingkan kondisi pada tahun 2022. Hal tersebut berbanding lurus dengan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Bojonegoro yang turun menjadi 4,63 persen dibandingkan dengan 4,69 persen pada tahun 2022.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Mitra Produksi Sigaret (MPS) Dander PT Kareb Alam Sejahtera Kabupaten Bojonegoro, mengapresiasi PT HM Sampoerna yang telah menggandeng PT Kareb Alam Sejahtera menjadi Mitra Produksi Sigaret (MPS) Dander.
MPS Dander merupakan MPS ke 39 yang telah dibentuk oleh PT HM Sampoerna. Dimana 21 di antaranya berada di Jawa Timur. “Beroperasinya MPS Dander ini akan membawa harapan baru memasuki tahun 2024 terutama bagi karyawannya yang mayoritas merupakan perempuan. Ini menjadi bentuk penguatan peran perempuan terhadap pembangunan,” ujarnya.
Secara khusus, Gubernur Khofifah mengapresiasi Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (Kareb) yang merupakan induk dari PT Kareb Alam Sejahtera. Menurutnya, Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro patut menjadi contoh bagi koperasi-koperasi lainnya yang berhasil mengembangkan usahanya hingga memiliki anak perusahaan.
“Biasanya kan koorporasi memiliki koperasi, tapi ini koperasi membentuk koorporasi. Ini luar biasa, bisa menjadi referensi tidak hanya di regional dan nasional namun bisa menjadi referensi global. Bagaimana koperasi bisa mendirikan koorporasi,” kata Khofifah.
Sebagai informasi, MPS Dander saat ini memiliki 3.090 karyawan yang didominasi oleh pekerja perempuan sebagai pelinting rokok. Mayoritas dari mereka merupakan tulang punggung perekonomian keluarganya. Ribuan karyawan itu selain dari Bojonegoro juga berasal dari kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Tuban. [lus/but]






