Lamongan (beritajatim.com) – Sebanyak 80 warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengikuti kegiatan penyuluhan sekaligus skrining HIV dan sipilis yang digelar oleh petugas kesehatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan.
Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Lapas Kelas II Lqmongan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur Bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas Lamongan.
Puluhan WBP tersebut dikeluarkan dari area blok dan diarahkan ke Aula Lapas Lamongan. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pengobatan rutin yang kemudian dilanjutkan dengan Skrining HIV.
Turut hadir pada kegiatan ini di antaranya Kasi Binadik dan Giatja, Petugas Perawatan Lapas Lamongan, Para petugas dari Puskesmas Lamongan, dan 80 WBP Lapas Lamongan.
Kasi Binadik dan Giatja Lapas Lamongan, Youman mengatakan bahwa pelaksanaan skrining dilakukan sebagai upaya untuk mengendalikan penularan HIV di lingkungan Lapas.
“Skrining ini merupakan upaya penanggulangan sejak dini penyakit HIV pada WBP yang kami lakukan melalui pemeriksaan atau konseling,” ungkap Youman, Rabu (31/1/2024).
Youman juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diawali dengan penyuluhan kesehatan oleh salah satu petugas Puskesmas Lamongan mengenai HIV/AIDS, gejala-gejalanya ,penularan hingga antisipasinya.
Para tahanan itu satu persatu diambil sampel darah, termasuk pengecekan melalui Strip Tes HIV/AIDS yang dibawa oleh tim medis.
“Apabila hasil skrining diketahui ada indikasi WBP menderita HIV, maka pihak Lapas akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Jika ada yang terindikasi, akan dilakukan tes dahak dengan mengirimkan sampel dahak ke laboratorium rumah sakit untuk memastikan apakah WBP yang dicurigai benar sakit HIV atau tidak,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II Lamongan Mahrus mengapresiasi dan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Puskesmas Lamongan yang selama ini dengan serius membantu Lapas. Dia berharap, kerja sama ini dapat terus ditingkatkan.
Selain itu, Mahrus juga berharap, skrining HIV dan penyuluhan kesehatan yang dilangsungkan ini bisa mendeteksi lebih dini kasus HIV di lingkungan Lapas Lamongan dan mampu mencegah penularannya.
“Kegiatan skrining HIV/AIDS merupakan wujud kolaborasi Tim Kesehatan Lapas Lamongan dengan Puskesmas Lamongan, ini sangat penting, artinya sebagai bentuk kegiatan deteksi dini kesehatan para WBP di Lapas Lamongan,” pungkasnya. [riq/ian]






