Batu (beritajatim.com) – Berlokasi di BuMyaji kota Batu, Chatten Cafe En Plaats menawarkan konsep intimate wedding ciamik dengan 360 view gunung Arjuno. Untuk mengenalkan pada khalayak, Chatten Cafe bersama Dinar Weddover mengadakan single show wedding simulation pada Selasa (30/1/2024) siang.
Single show menampilkan pameran intimate wedding, party simulation, akad nikah, dan pemberkatan. Gelaran ini menghadirkan 50 influencer se Malang Raya. Ada juga kerjasama dengan vendor, seperti sound system, vendor kebaya dari Dinar, dan entertainment dari UMKM lokal di Malang Raya.
Mya Ambarrita selaku manager operasional Chatten Cafe menjelaskan bahwa single show wedding simulation ini sebagai upaya untuk menambah value. Tujuannya agar Chatten Cafe tidak hanya dikenal sebagai resto dan cafe, tetapi juga tempat untuk mengadakan berbagai event dan kegiatan.
Wedding di Chatte Cafe dibanderol dengan harga 85 Juta Rupiah untuk kapasitas 200 tamu. Harga tersebut sudah mengakomodir berbagai kebutuhan customer.
“85 juta itu all ini semua dari kami, kita bekerjasama dengan dinar fadeover dan vendor yang lain. All innya lengkap, bisa pemberkatan, akad nikah juga bisa, dengan tema intimate. Intimate karena memang venue kita hanya dapat mengakomodir 200 orang maksimal,” ungkap Mya Ambarrita saat acara yang berlokasi di Chatten Cafe.
Meski begitu, bagi pelanggan yang hendak mengatur sendiri paket pernikahan, Chatten Cafe menyediakan package khusus. Harganya dibanderol dari 65 juta rupiah sampai dengan 185 juta rupiah.
“Itu nanti bisa dikomunikasikan menu nya dan budgetnya bisa dikomunikasikan lagi dengan minimal 40 orang. Menu package di harga 85 juta banyak sekali pilihannya, ada 8 main course, 3 appetizer, salad, dengan pengemasan yang semuanya cantik dan banyak pilihan,” jelasnya.
Wedding simulation berlangsung selama satu hari, pada Selasa (30/1/2024). Namun, rencana dan diskusi untuk acara ini sudah berlangsung lama. Hadir juga banyak tamu yang menjadi support sponsorship dari Chatten Cafe.
Selain wedding, ada banyak hal yang dapat dilakukan pelanggan di Chatten Cafe. Mya Ambarita juga mengaku sangat terbuka bagi vendor yang hendak menjalin kerja sama.
“Harapannya agar acara seperti ini bisa berlangsung terus ke depannya. Semoga bisa membangub juga relasi yang baik antarvendor. Nah kita harap Chatten Coffe ini bisa jadi tempat berkumpul para vendor. Bukan hanya sekedar caffe agar bisa saling sharing” ungkap Mya.

Chatten Cafe juga menyediakan catering dengan satu kelebihan memiliki 360 view pemandangan gunung Arjuno. “Nuansanya kita bisa seperti gunung Bromo kedua. Kita juga memiliki banyak outdoor area, ada birthday party, wedding party, atau khitan yang nuansa terbuka kita juga bisa menyediakan itu,” kata Mya Ambarrita menutup.
Di sisi lain, Owner Dinar Weddover, Dinar Rahadian menjelaskan bahwa wedding simulation diadakan untuk pengenalan konsep wedding Solo putri dan proses pemberkatan. Terdapat dua pasang pengantin dengan genre berbeda, yaitu model Jawa dan Eropa.
Terkait intimate wedding senilai 80 Juta Rupiah, Dinar menjelaskan, costumer akan mendapat berbagai fasilitas. Mulai dari lokasi dengan pemandangan ciamik, catering, foto, video, dekorasi di atas, dekorasi pelaminan pemberkatan, dekorasi resepsi, akad, foto booth, make up artist, dan lain-lain.
“Di sini bisa lebih santai, casual juga, karena konsepnya intimate wedding jadi nanti yang datang orang terdekat saja,” ungkap Dinar kepada rekan media.
Salah satu keunggulan Dinar Weddover dari segi gaun dengan style-nya modern dan make up artist (MuA) yang soft. “Kita juga menerima pembuatan kebaya dan dress modern. Dengan keunggulan itu kita memberikan kesan kepada calon pengantin dengan cantik dari dalam dirinya sendiri atau inner beauty,” ungkap Dinar.
Dinar Weddover juga senantiasa mengikuti perkembangan tren terkini. Meski di sisi lain, Dinar Weddover mempunyai ciri khas tersendiri.
“Style make up kita tetap softly, bukan make up barbie. Kalau tren kita tetap mengikuti yang lagi in. Kemudian kalau adat itu sebenarnya ada pakemnya, kita sudah pelajari semua pakem itu. Namun, kita tetap berupaya bermodernisasi karena pengantinnya itu kebanyakan anak muda dengan tetap tidak melupakan pakem,” ungkap owner Dinar Weddover ini mengakhiri. [dan/but]






