Pamekasan (beritajatim.com) – Tiga jenis bencana alam berbeda berpotensi terjadi di kabupaten Pamekasan, khususnya memasuki musim penghujan tahun ini.
Ketiga jenis bencana tersebut, meliputi bencana banjir, cuaca ekstrem berupa angin kencang, serta bencana longsor. Ketiga jenis bencana tersebut kerap terjadi saat musim penghujan.
“Berdasar data Tahun 2023, potensi bencana memasuki musim penghujan tercatat tiga jenis, meliputi bencana banjir, cuaca ekstrem dan longsor,” kata Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Senin (29/1/2024).
Baca Juga: Pj Bupati Pamekasan: Sampah Penyebab Banjir Paling Signifikan
Bencana banjir berpotensi tersebar di tiga kecamatan berbeda di Pamekasan, meliputi Kecamatan Pamekasan, Pademawu, dan Pasean. “Terdata 6 kejadian banjir terjadi pada 2023 lalu, terbanyak di antaranya di wilayah kota (kecamatan Pamekasan),” ungkapnya.
“Sementara untuk dua bencana lainnya, yakni bencana longsor yang hampir terjadi di semua kecamatan kecuali Tlanakan, sedangkan cuaca ekstrem potensi terjadi di seluruh kecamatan,” imbuhnya.
Berdasar data BPBD Pamekasan Tahun 2023, terdapat sebanyak 596 bencana alam terjadi di Pamekasan, terhitung sejak 1 Januari hingga 11 Desember 2023.
Baca Juga: Musim Penghujan, BPBD Pamekasan Petakan Titik Potensi Bencana
Jumlah tersebut meliputi sebanyak 6 bencana banjir, 39 tanah longsor, 27 cuaca ekstrem, 3 gempa bumi, 196 karhutla, 321 kekeringan, serta 4 gelombang ekstrem dan abrasi.
Sementara untuk mengantisipasi beragam bencana, BPBD Pamekasan juga melakukan beragam langkah dan upaya, di antaranya membentuk Tim Satgas Penanggulangan Bencana Terpadu dengan melibatkan personel lintas instansi di Pamekasan.
Pos terpadu tersebut dipusatkan di sisi selatan area Monumen Arek Lancor, melibatkan personel gabungan dengan menerapkan sistem shift. Mulai dari personel BPBD, PCC, Tagana hingga relawan yang tergabung dalam FPRB Pamekasan. [pin/but]






