Madiun (beritajatim.com) – Jumlah penderita Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Madiun mengalami kenaikan pada tahun 2023. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mencatat, terdapat 940 kasus TBC pada tahun 2023. Angka ini meningkat dari 913 kasus pada tahun 2022.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, dr. Selly Fitriani, mengatakan bahwa kenaikan kasus TBC ini disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya, daya tahan tubuh anak-anak yang lebih rentan dibandingkan dengan orang dewasa serta lingkungan yang lembab dan kurang menjaga kebersihan.
Selly mengungkapkan, kasus TBC cenderung menyerang anak-anak setelah dilaksanakan skrining, yang bersamaan dengan bulan timbang. “Daya tahan tubuh anak-anak, lebih rentan, jika dibandingkan dengan daya tahan tubuh usia dewasa,” paparnya.
Serta, lingkungan yang lembab dan kurang menjaga kebersihan. Sehingga, tertular lewat droplet ketika berinteraksi dengan penderita.
Agar temuan kasus TBC di Kabupaten Madiun kian banyak, Dinkes menetapkan target skrining TBC tahun 2024 sebanyak 7.711 orang.
“Naik dari tahun sebelumnya, jumlah yang menjalai skrining mencapai 6.907 orang dari target 6.242 orang,” pungkasnya.
Dinkes Kabupaten Madiun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan TBC. Masyarakat diimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama bagi anak-anak dan orang dewasa yang tinggal di lingkungan yang lembab dan kurang menjaga kebersihan.
TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menyerang paru-paru, tetapi dapat juga menyerang organ lain, seperti otak, tulang, dan kelenjar getah bening.
TBC dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menghindari kontak dengan penderita TBC. [fiq/aje]






