Ngawi (beritajatim.com) – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyatakan akan kembali melakukan sosialisasi terkait pembasmian hama tikus dengan cara yang lebih aman. Hal ini untuk mengurangi penggunaan jebakan tikus beraliran listrik karena maraknya korban jiwa akibat tersengat jebakan tersebut.
“Kedepannya kami akan mulai lagi memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Ony, Sabtu (27/1/2024).
Ony menjelaskan, dua tahun terakhir, sosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi telah membuahkan hasil. Jumlah korban tersengat jebakan listrik untuk tikus menurun drastis. Namun, akhir-akhir ini, korban kembali muncul. Bahkan, dalam dua pekan, sudah ada tiga korban jiwa karena tersengat jebakan tikus yang dipasang sendiri.
“Berarti memang secara situasi kondisi di lapangan mungkin mulai lagi hama tikus ini merajalela,” kata Ony.
Ony mengatakan, sosialisasi akan dilakukan secara intensif kepada para petani. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Ngawi juga akan memberikan sarana prasarana pendukung untuk mitigasi kegiatan dari pada tikus, seperti oplosan yang diberi belerang.
“Kemudian dilakukan keroyokan bareng dan sebagainya. Kami akan mulai sosialisasi lagi ininya seperti ini. Karena ini adalah cara yang paling aman ketimbang menggunakan jebakan tikus beraliran listrik,” kata Ony.
Ony mengimbau kepada para petani untuk tidak menggunakan jebakan listrik untuk tikus. Jika terpaksa menggunakan, maka harus dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti prosedur yang benar.
“Kita imbau kepada petani untuk tidak menggunakan jebakan listrik untuk tikus. Kalau terpaksa ya harus hati-hati dan mengikuti prosedur yang benar,” kata Ony.
Ony berharap, sosialisasi yang akan dilakukan dapat menekan angka korban yang tersengat jebakan tikus beraliran listrik. [fiq/ian]






