Pasuruan (beritajatim.com) – Pada tahun 2024 ini, Dishub Kabupaten Pasuruan telah melakukan pilot project CCTV jenis LHR atau CCTV lalulintas harian rata-rata.
Dalam pembangunan CCTV ini Pemkab Pasuruan melalui Dishub menggelontorkan dana sebanyak Rp 135 juta.
Menurut, Kadishub Kabupatrn Pasuruan Agus Hari Wibawa mengatakan bahwa pemasangan CCTV LHR selain memantau kondisi lalu lintas juga digunakan untuk menghitung jumlah kendaraan.
Sehingga jika nantinya akan didapati peningkatan volume kendaraan, maka trafic light terdekat akan berubah menjadi hijau.
Perangkat CCTV LHR ini juga akan terkoneksi langsung dengan ATCS yang berada di kantor Dishub Kabupaten Pasuruan. Sehingga nanti jika kendaraan yang dari arah Surabaya mengalami kenaikan volume, lampu akan diatur sehingga menjadi warna hijau.
“Ini juga bisa mengurai kemacetan, apalagi saat hari libur, dan ini juga kesiapan kita menjelang idulfitri mendatang. Saat ini CCTV LHR sudah terpasang di simpang empat ST Bangil,” kata Agus.
Selain mengembangkan teknologi CCTV, rencananya tahun ini Dishub juga akan menambah dua CCTV. Kedua CCTV ini nantinya akan dipasang di dua lokasi yang berbeda yakni di simpang tiga patung seno prigen dan Pasar Nguling.
Pemilihan lokasi ini sudah dibahas dalam rapat yang juga menghadirkan anggota Satlantas Polres Pasuruan. Kedua lokasi tersebut memiliki tingkat urgensi yang sangat tinggi, selain memantau volume kendaraan, pemasangan CCTV di dua lokasi tersebut juga digunakan untuk melacak aksi pencurian.
“Masukan dari kepolisian juga terkait kerawanan tindak kriminalitas supaya bisa terpantau. Maka dari itu kami memilih dua lokasi tersebut yang sudah terbilang urgen sekali,” tambahnya.
Dari dua CCTV tersebut dishub telah menganggarkan melalui APBD sebanyak Rp 329 juta. Sementara saat ini Dishub sudah memiliki 24 unit CCTV yang terpasang dibeberapa simpang jalan Kabupaten Pasuruan. (ada/ted)






