Kediri (beritajatim.com) – Paguyuban Antar Umat beragama dan Penganut Kepercayaan (PAUB/PK) Kota Kediri menggelar deklarasi Pemilu Damai 2024. Komitmen bersama itu berlangsung di Ponpes Wali Barokah LDII Kota Kediri, pada Rabu malam (24/4/2024).
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Kediri M Salim mengatakan, deklarasi Pemilu Damai 2024 ini dilaksanakan untuk menjaga Kota Kediri tetap aman, damai, dan kondusif di tengah situasi politik yang menghangat.
“Bulan depan pesta demokrasi, kita tetap menjaga perdamaian, kerukunan persatuan dan kesatuan. Kita bahkan sudah merapatkan barisan tidak hanya yang sepuh-sepuh, tapi juga merambah pemuda FKUB,” tutur M Salim.
Deklarasi damai selain oleh seluruh anggota PAUB-PK/FKUB juga diikuti oleh jajaran Forkopimda Kota Kediri, ormas, perguruan tinggi dan OKP yang hadir di malam keakraban PAUB-PK/FKUB Kota Kediri.
Komitmen kebersamaan dan kerukunan tokoh agama dan tokoh masyarakat itu, imbuh M Salim, untuk menciptakan keharmonisan bermasyarakat dapat menjadi contoh bagi yang lainnya.
“Makan bersama, duduk bersama dan berkumpul bersama. Agar bisa dicontoh umat. Tokohnya rukun, umatnya rukun,” tambahnya.
Poin-poin yang termuat dalam deklarasi Pemilu damai tersebut antara lain, siap untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kemudian menyakini semua capres-cawapres, calon DPD, caleg dari partai politik yang mengikuti kontestasi Pemilu 2024 adalah putra-putri terbaik bangsa, Siap mendukung TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mensukseskan Pemilu 2024 yang adil dan damai.
“Semua tokoh agama dan tokoh masyarakat masing-masing punya jamaah setidaknya menyerukan kepada umatnya harapan kita kota Kediri damai dan kondusif, ” ujarnya lagi.
Tokoh agama dan tokoh masyarakat kota Kediri juga sepakat untuk menolak segala bentuk upaya provokasi yang dapat memecah belah nilai persaudaraan, menangkal berita hoax, ujaran kebencian yang dapat menciderai pesta demokrasi dan mengganggu jalannya Pemilu 2024.
Terakhir, tokoh agama dan tokoh masyarakat siap menerima hasil pemilu 2024 dengan hati ridho dan turut mendukung , membantu TNI-Polri dalam mengamankan hasil Pemilu 2024.
Sementara itu, Ketua Ponpes Wali Barokah KH Sunarto menambahkan perbedaan pilihan dalam pemilihan umum merupakan hal yang wajar.
Siapapun yang nantinya diamanati sebagai presiden, anggota legislatif baik kota, provinsi dan pusat adalah putra putra terbaik bangsa yang akan dinilai sendiri oleh masyarakat apakah bisa menampung aspirasi sesuai harapan masyarakat.
“Betul-betul menjaga hubungan baik meski perbedaan pilihan. Semoga penyelenggaraan pemilu, membawa kemaslahatan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra. “Di mana hal itu merupakan momentum penting bagi bangsa kita. Dengan banyaknya kontestan atau peserta tentunya menghadirkan banyak pemilih sehingga menimbulkan dinamika di lapangan yang bisa membuat situasi menjadi kurang kondusif,” kata Teddy.
Menurut Kapolres, Deklarasi Damai diharapkan menjadi semangat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Saya berpesan mari kita bersama-sama berkomitmen menjaga kondusifitas agar pelaksanaan pemilu berlangsung dengan suasana yang aman damai dan lancar hingga akhir tahapan nanti, jangan sampai masyarakat malah justru terpecah belah,” ujarnya.
Pemilu yang demokratis, lanjut Kapolres menjadi sangat penting sehingga diharapkan pemilu berjalan aman, tertib dan damai , menghasilkan pemilu yang kualitas dan ke depan menjadikan bangsa ini lebih baik.
Dalam menciptakan Pemilu 2024 yang aman dan damai, sambung Kapolres, semua stakeholder memiliki peran penting dalam mengawal dan mensukseskan agenda demokrasi, terutama para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam PAUB/PK Kota Kediri yang sudah terbukti sebagai pioner dalam menjaga kerukunan masyarakat di Kota Kediri.
Polres Kediri Kota akan selalu mengawal dan mengamankan pesta demokrasi ini. Institusi Polri akan selalu berkomitmen menjaga netralitas dari tingkat pimpinan sampai ke bawah, tegasnya.
“Mari sama-sama kita jaga kondusifitas di Kota Kediri meskipun berbeda pendapat dan pandangan namun tujuan kita satu, demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutup Kapolres. [nm/beq]






