Surabaya (beritajatim.com) – The Republic Institute melakukan survei pilpres di Provinsi Jatim pada 1-8 Januari 2024 di 38 kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur. Ini merupakan kelanjutan dari survei di Jatim yang dilakukan pada September dan November 2023 lalu.
Riset lanjutan ini dilakukan dengan jumlah sampel 1.400 responden secara menyeluruh di Jawa Timur dengan metode pengambilan sampel secara multistage random sampling. Margin of Error (MoE) sebesar 2,62 persen.
Peneliti Utama The Republic Institute, Sufiyanto di RM Hallo Surabaya, Selasa (23/1/2024) mengatakan, tergambar dari pilihan masyarakat Jawa Timur, bahwa untuk temuan riset ini mayoritas pemilih menempatkan Prabowo-Gibran sebagai pilihan tertinggi (54,1 persen). Prosentasi yang mengalami trend terus naik sejak survei September dan November.
“Ganjar Pranowo-Mahfud MD pada urutan kedua (27,4 persen), mengalami penurunan yang tajam dibanding survei di bulan September dan November. Di urutan paling bawah ada Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebesar (15,3 persen). Sementara itu untuk yang belum menentukan sebesar 3,1 persen,” jelasnya.
Menyimak tren yang terjadi, lanjut dia, hanya Prabowo baik sendiri maupun setelah berpasangan terus konsisten mengalami kenaikan. Sementara itu, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan sendiri maupun berpasangan masih mengalami fluktuasi dukungan pilihan, bahkan kecenderungannya terus menurun.
Dia menjelaskan, keunggulan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mayoritas pemilih tersebar di kabupaten/kota meliputi; Surabaya, Sidoarjo, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Bondowoso, Banyuwangi, Lumajang, Jember, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Ngawi, Jombang, Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.
Sedangkan, pemilih yang mengunggulkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD tersebar di kabupaten/kota meliputi; Tulungagung, Kota Blitar, Magetan, Tuban, dan Sumenep.
Kemudian, pemilih Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar hanya tinggi di Situbondo. Terdapat dua daerah dengan nilai elektabilitas yang sama, yaitu Bojonegoro yang nilai elektabilitas Prabowo-Gibran sama dengan nilai
elektabilitasnya Anies-Muhaimin dan Kota Mojokerto nilai elektabilitas Prabowo-Gibran sama dengan nilai elektabilitasnya Ganjar-Mahfud.
Kemudian, sebaran pemilih capres-cawapres berdasarkan organisasi sosial keagamaan di Jawa Timur; Pemilih yang teridentifikasi sebagai jemaah Nahdlatul Ulama (NU) yang memilih Prabowo-Gibran sebesar 52,1 persen, Ganjar-Mahfud sebesar 29 persen, dan Anies-Muhaimin 17,1 persen. Kemudian, pemilih Muhammadiyah yang memilih Prabowo-Gibran sebesar 55,6 persen, Ganjar-Mahfud 26,7 persen dan Anies-Muhaimin 14,4 persen.
Kemudian, pemilih yang menyatakan tidak mengidentifikasi di organisasi manapun, persentase Prabowo-Gibran 62,9 persen, Ganjar-Mahfud MD 20,5 persen, dan Anies-Muhaimin 8,1 persen. [tok/but]






