Surabaya (beritajatim.com) – Dindik Jatim (Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur) menyalurkan bantuan bagi para keluarga korban kecelakaan maut rombongan siswa SMAN 1 Sidoarjo.
Musibah tersebut tentu menjadi duka mendalam bagi dunia pendidikan di Jatim. Apalagi, dalam peristiwa itu seorang guru BK dan satu siswa dinyatakan meninggal dunia. Terlebih, pasca kejadian itu banyak siswa yang juga mengalami trauma.
Di kesempatan itu, Kadindik Jatim Aries Agung Paewai menyampaikan bantuan dari Gubernur Khofifah kepada keluarga korban. Ia juga memberikan motivasi untuk menguatkan kembali mental dan psikis siswa.
“Mari kita berdoa yang terbaik bagi almarhummah Bu Sutining (guru BK) dan almarhum nanda Nabil (siswa) agar diberikan tempat terbaik dan keluarga dilapangkan,” kata Aries usai Tahlil dan Doa Nersama di SMAN 1 Sidoarjo, Senin (22/1/2024).
Aries berpesan agar para siswa dapat terus fokus untuk belajar, khususnya bagi siswa kelas 12 yang bakal melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan.
Aries menambahkan, kegiatan study tour menjadi bagian dari pengenalan perguruan tinggi negeri (PTN) kepada siswa, tak terkecuali kunjungan ke UGM dan ISI yang dilakukan oleh SMAN 1 Sidoarjo.
“Ini salah satu upaya sekolah untuk memacu semangat siswanya berkompetisi dan bersaing untuk masuk PTN. Saya memahami musibah yang terjadi di luar kendali kita,” ungkap pria asal Makassar tersebut.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sidoarjo Eko Redjo Sunariyanto mengungkapkan jika sebelum pelaksanaan study tour, pihaknya lebih dahulu melakukan sosialisasi kepada orang tua. Termasuk terkait sosialisasi regulasi seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB).
“Orang tua sebelumnya sudah kita undang dan kita berikan pemahaman terbaru terkait regulasi SPMB. Karena yang masuk eligible 40 persen itu belum menjamin anak-anak masuk PTN. Jadi kita sosialisasikan juga agar orang tua mengetahui bagaimana strategi dan persaingan anak-anaknya untuk masuk PTN,” jelasnya.
Pilihan study tour ke UGM dan ISI Jogjakarta sendiri merupakan hasil musyawarah dan keputusan bersama. Sebab, mayoritas siswa memilih kedua kampus tersebut sebagai jujukan untuk masuk PTN.
Ditambah lagi, penerimaan mahasiswa baru di SMAN 1 Sidoarjo juga cukup tinggi. Yakni mencapai 80 persen siswa diterima PTN tiap tahunnya. “Kehadiran Pak Kadis dan para Kabid merupakan motivasi mahal yang diterima langsung oleh anak-anak,” tandasnya. [ipl/suf]






