Blitar (beritajatim.com) – Muda dan kreatif, dua kata itulah yang pantas disematkan kepada Ryssa Putri, warga Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Bagaimana tidak, lulusan Desain Produk ITS Surabaya itu, sukses mendirikan usaha jam tangan berbahan baku kayu limbah.
Produk jam tangan dari limbah kayu produksi alumni ITS Surabaya ini pun sudah tembus ke pasar luar negeri. Beberapa kali Ryssa Putri telah mengirimkan produk jam tangan kayunya ke Singapura.
“Kalau material kami memakai kayu Maple yang memang berasal atau kita dapat dari pengrajin bekas alat musik gitar, jadi bekas (limbah kayu) gitar,” kata Ryssa Putri, perajin jam tangan dari kayu ‘My Moena’, Senin (22/1/24).
Usaha jam tangan dari kayu limbah ini, sudah dijalankan Ryssa Putri sejak tahun 2022 lalu. Setiap hari rata-rata, lulusan ITS tersebut mampu memproduksi 100 unit jam tangan kayu.
“Kalau harga kami patok mulai dari Rp250-350 ribu per unit,” tegasnya.
Rata-rata per bulan, alumni ITS Surabaya tersebut mampu menjual 30 hingga 40 buah jam tangan. Pasar utamanya adalah Jakarta, Yogyakarta, serta Surabaya.
“Emang saya suka jam tangan terus sudah dapat ilmunya kenapa tidak nyemplung sekalian dan alhamdulillahnya jalan hingga sekarang,” imbuhnya.
Kayu limbah yang digunakan oleh Ryssa ini merupakan sisa-sisa dari pengrajin alat musik gitar. Perempuan 24 tahun tersebut membeli kayu-kayu bekas untuk dirangkai menjadi jam tangan.
Sebagai lulusan ITS Surabaya, Ryssa sangat jeli untuk melihat peluang dari kayu bekas gitar tersebut. Dibantu sang kekasih, pemudi 24 tahun itu kemudian mengkreasikan kayu bekas yang dibelinya dari perajin gitar menjadi jam tangan yang bernilai jual tinggi.
“Alhamdulillah banyak yang suka, rata-rata pendapatan ya sekitar Rp7 jutaan per bulan,” tutupnya.
Untuk membuat 1 unit jam tangan kayu, Ryssa membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Kayu Mable terlebih dahulu dipola kemudian dipotong dan dihaluskan.
Setelah itu potongan kayu yang sudah berwujud jam dirakit dengan mesin. Dalam prosesnya, Ryssa tidak menyemprotkan bahan kimia untuk pengawet ataupun untuk mengkilapkan jam tangan.
Hal itu sengaja dilakukan agar serat kayu terlihat alami. Kayu Mable sendiri diketahui memang memiliki daya tahan yang cukup lama dan tahan terhadap rayap. (owi/beq)






