Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemda Banyuwangi berkolaborasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Banyuwangi untuk mengendalikan harga bahan pokok di daerah. Salah satu produk dari kolaborasi ini yakni membuat Toko Pengendalian Inflasi Banyuwangi atau TOP si Wangi.
Kepala Bulog Cabang Banyuwangi Harisun mengatakan pihaknya menyuplai sejumlah bahan pokok ke 147 TOP Si Wangi yang tersebar di seluruh Kecamatan di Banyuwangi. Seperti beras, minyak goreng dan gula pasir. Harga yang dijual ke para pemilik toko merupakan harga distributor yang stabil. “Sehingga harga jual ke konsumen juga bisa stabil, tidak fluktuatif,” ungkapnya, Sabtu (20/1/2024).
Bulog mengirimkan bahan pokok ke toko-toko yang menjadi mitra setiap hari. Bahan pokok yang disuplai sesuai dengan kebutuhan toko tersebut. “Barang apa yang habis maka kami suplai. Rata-rata hampir setiap hari ada pengiriman barang, baik beras, minyak goreng dan gula pasir,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga inflasi di daerah. Pemerintah mengantisipasi inflasi dan lonjakan harga barang kebutuhan pokok bermitra dengan Bulog dan sejumlah toko. “Ini salah satu cara kami agar saat terjadi kenaikan harga toko-toko ini bisa menjual bahan pokok dengan harga yang terjangkau. Ini akan melengkapi operasi pasar keliling,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani.
Hasilnya, inflasi Banyuwangi cenderung terjaga. Dampak lainnya, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok juga terkendali. “Kami bersyukur pengendalian inflasi Banyuwangi selama 2023 bisa kita jaga. Inflasi Banyuwangi year on year (YOY) 2023 menjadi yang terendah di Jatim yakni sebesar 2,15 persen. Lebih rendah dari YoY Jawa Timur 2,92 persen maupun Nasional 2,61 persen,” pungkas Ipuk. (rin/kun)






