Blitar (beritajatim.com) – Tahun ini, Kota Blitar mendapatkan kuota pupuk subsidi sebanyak 607 ton. Rinciannya, 370 ton pupuk subsidi jenis Urea dan sisanya 234 ton merupakan NPK.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh menyebut, jumlah kuota pupuk bersubsidi yang diterima ini lebih sedikit dari usulan. DKPP Kota Blitar sebelumnya mengusulkan 737 ton untuk urea, namun yang disetujui oleh Kementerian Pertanian hanya 52 persennya saja.
Sementara untuk NPK, DKPP Kota Blitar mengusulkan 796 ton. Sayangnya yang disetujui hanya 29 persennya saja.
“Jadi kita mengalami penurunan kuota dibandingkan tahun sebelumnya, Karena tahun ini kita hanya memperoleh pasokan pupuk bersubsidi sebesar 607 ton,” kata Dewi, Sabtu (20/1/2024).
Dewi menjelaskan 607 ton pupuk bersubsidi ini diperuntukkan 2265 petani yang ada di Kota Blitar. Cara pembelian pupuk ini adalah petani harus membawa KTP ke ketua kelompok tani setempat.
Setelah itu ketua kelompok tani akan mencocokkan data lokasi setelah itu ketua kelompok menuliskan jumlah pupuk yang akan ditebus pada form penebusan yang ditandatangani petani ketua kelompok.
Kemudian petani membawa KTP asli dan form penebusan ke kios pengecer. Setelah itu kios pengecer mencocokkan data e lokasi dan menuliskan ke kartu kendali kemudian kios menginput transaksi secara online melalui aplikasi e-kubers dilengkapi dengan scan KTP dan form penebusan.
“Setelah itu barulah para petani bisa mendapatkan pupuk bersubsidi yang telah diberikan,” jelasnya.
Kuota pupuk bersubsidi yang sedikit ini menjadi kendala tersendiri untuk ribuan pertani di Kota Blitar. Maka dari itu, DKPP Kota Blitar bakal memaksimalkan penggunaan pupuk organik untuk pertanian warga.
Pelatihan pengolahan pupuk organik dan pendampingan pun terus dilakukan oleh DKPP Kota Blitar. Total ada 10 kelompok yang telah diberikan pendampingan untuk pembuatan pupuk organik.
Diharapkan dengan adanya pupuk organik ini, bisa menjadi solusi di tengah langkanya pupuk bersubsidi di masyarakat.
“Jadi memang di tahun 2023 kemarin memasifkan untuk pendampingan pembuatan pupuk organik itu kami fasilitasi peralatannya, total kemarin itu ada 10 kelompok yang sudah kita dampingi dan tahun ini juga ada 10 kelompok yang kami dampingi,” tutupnya. [owi/beq]






