Blitar (beritajatim.com) – Usai melakukan kontrak politik dengan Muhaimin Iskandar, kini peternak ayam petelur di Blitar Raya justru meinta bantuan Jokowi. Kontrak politik dengan Muhaimin Iskandar pada Kamis (11/1/2024). Kontrak politik tersebut berisi tentang dukungan mereka terhadap Anies-Muhaimin.
Dengan catatan, pasangan nomor 01 tersebut mau mengembalikan pembudidayaan unggas kepada rakyat jika terpilih. Namun baru sepekan usai kontrak politik itu terjalin, para peternak ayam petelur di Blitar justru meminta bantuan ke presiden Joko Widodo. Para peternak meminta presiden untuk membantu menyediakan jagung dengan harga murah.
Pasalnya usai bertemu dengan Muhaimin, harga jagung terus naik hingga kini tembus Rp9.000/ kilogram. Kondisi itu pun memaksa peternak meminta bantuan ke presiden untuk memberikan bantuan jagung murah.
“Kami mewakili peternak mohon disediakan jagung sampai musim panen raya pada Mei 2024, saat ini terjadi jagung darurat,” kata Rovi Yasifun, perwakilan asosiasi peternak se-Blitar Raya, Kamis (18/1/2024).
Presiden Jokowi sendiri sebenarnya sudah memberikan bantuan jagung murah ke para peternak ayam petelur di Blitar. Jagung bantuan Jokowi itu dijual dengan harga Rp5.000/kilogram.
Namun menurut peternak ayam petelur, jumlah bantuan jagung yang diberikan oleh Jokowi belum mencukupi. Sehingga mereka terpaksa membeli jagung lokal yang harganya mencapai Rp9.000/kilogram.
Kondisi itu membuat ribuan peternak ayam di Blitar terancam gulung tikar. Kondisi tersebut diperparah dengan harga jual telur yang saat ini berkisar Rp22.000 hingga 23.000 per kilogram. “Saat ini jagung sudah mencapai Rp9.000 per kilogram. Tertinggi sejak puluhan tahun lalu,” imbuhnya.
Total peternak ayam petelur di Blitar mencapai 3 ribuan orang. Jika harga jagung terus naik dan harga telur stagnan maka bisa dipastikan akan ada ribuan peternak petelur Blitar gulung tikar. “Untuk itu pemerintah harus segara menyediakan jagung sampai pada Mei 2024,” tutupnya.
Namun sikap para peternak ayam petelur Blitar ini cukup aneh. Disaat mereka menyatakan sikap mendukung Anies-Muhaimin, para peternak kini justru meminta bantuan ke Jokowi yang notabene merupakan ayah dari Gibran Rakabuming Raka.
Meski menyatakan netral di Pemilu 2024, namun kedekatan Jokowi dengan Prabowo-Gibran tentu menjadi hal yang patut diperhatikan. Sebelum meminta bantuan ini, para peternak ayam petelur Blitar juga sempat melontarkan kekecewaannya kepada Jokowi.
“Bantu pakan aja, tapi harga telur tetep rendah kan nipu alias sama saja,” kata Sukarman, peternak Blitar yang bertemu dengan Muhaimin Iskandar beberapa waktu lalu, saat ditanya soal bantuan jagung dari Jokowi beberapa tahun belakangan.
Kini patut ditunggu, apakah permintaan dari peternak ayam petelur Blitar didengar oleh Jokowi. Pasalnya sebelum meminta bantuan ini, para peternak ayam petelur Blitar telah menyetujui kontrak politik dengan Anies-Muhaimin. [owi/suf]






