Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro mengevakuasi sedikitnya 19 ekor ular yang keluar sarang dan berpindah ke permukiman warga di sejumlah tempat.
Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Gunawan mengatakan, belasan ular yang telah dievakuasi itu mayoritas berada di dalam rumah. Lantaran, saat ini musim hujan dan ular tersebut mencari tempat yang lembab untuk bersembunyi.
“Karena ular menyukai area yang lembab dan gelap. Di dalam rumah dan di sela-sela tumpukan barang merupakan tempat favorit bagi ular,” ungkap Gunawan, Kamis (18/1/2024).
Evakuasi 19 ekor ular dilakukan terhitung dari 1 Januari hingga 18 Januari 2024. Sebagian besar ular yang diamankan yakni ular piton jenis sanca kembang dan ular cobra. Panjangnya pun bervariatif, mulai dari 500 centimeter hingga 4 meter.
Gunawan menambahkan, faktor yang menyebabkan ular masuk rumah diantaranya mencari mangsa atau makanan seperti tikus yang juga menjadi faktor mengundang ular masuk rumah.
Kepala Damkarmat Bojonegoro juga memberikan sejumlah tips untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah, meliputi masyarakat agar cek kembali cara penyimpanan barang di rumah, dan menghindari menumpuk barang yang tidak diperlukan.
“Bersihkan secara rutin area dalam dan luar rumah, dan berikan wangi-wangian di area rumah. Karena wangi-wangian cenderung tidak disukai oleh ular,” pungkasnya. [lus/beq]






