Pasuruan (beritajatim.com) – Kekerasan seksual selalu menjadi perhatian banyak kalangan mulai dari pemerintah dan para penegak hukum. Tak hanya dua unsur tersebut, melainkan, Relawan Jatim Beragam Pasuruan juga menyoroti hal tersebut.
Kegiatan diskusi kekerasan seksual dan pencegahan KDRT ini menjadi awal mula untuk memberantas tindakan kekerasan. Menurut Ketua Koordinator Relawan Jatim Beragam, Alfiansyah mengatakan bahwa hal ini harus dipupuk muda.
Sehingga nantinya tidak akan ada lagi tindakan kekerasan seksual maupun KDRT yang dilakukan dimasa mendatang. Dalam kegiatan tersebut setidaknya ada 50 peserta yang hadir dalam diskusi kali ini.
“Ini merupakan ujung tombak untuk memberantas tindakan kekerasan seksual dan KDRT, khususnya di Pasuruan. Sehingga kami melibatkan para pemuda dalam diskusi yang kami adakan di cafe Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan,” kata Alfiansyah, Rabu (17/1/2024).
Alfi sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa selain melakukan diskusi, nantinya para pemuda bisa menjadi pelopor. Sehingga nantinya lima point yang merupakan program Capres Ganjar Pranowo juga bisa terealisasi.
Sementara itu, pembicara dalam diskusi kali ini yakni Puspita yang merupakan penggerak antinkekerasan perempuan mengatakan ada dua point yang ditekankan. Yakni terkait bentuk-bentuk kekerasan seksual dan bagaimana cara mencegah tindakan seksual.
“Ada dua point yang kami tekankan dalam diskusi kali ini. Yakni bentuk tindakan kekerasan seksual dan juga bagaimana cara mengatasi atau mencegah tindakan tersebut,” katanya.
Setelah melakukan diskusi para relawan juga memberikan beberapa goodie bag kepada para peserta. Dalam goodie bag tersebut berisi kaos dan juga kalender yang diberikan kepada semua peserta. [ada/aje]






