Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, mendirikan Pos Terpadu Darurat Bencana Hidrometeorologi guna mengantisipasi sekaligus pencegahan terhadap berbagai potensi bencana alam di wilayah setempat.
Terlebih memasuki musim penghujan seperti saat ini, terdapat beragam potensi bencana alam yang mengintai hampir di seluruh kecamatan di Pamekasan. Mulai dari bencana angin kencang (cuaca ekstrem), bencana longsor hingga bencana banjir atau luapan air akibat intensitas hujan.
“Memasuki musim penghujan tahun ini, kami sudah melakukan berbagai langkah antisipatif sekaligus pencegahan terhadap berbagai potensi bencana alam. Salah satunya dengan mendirikan Pos Terpadu,” kata Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Rabu (17/1/2024).
Baca Juga: 51 Rumah di Pamekasan Rusak Akibat Cuaca Ekstrem
Pos terpadu tersebut dipusatkan di sisi selatan area Monumen Arek Lancor. “Sebagai salah satu upaya kami, yakni dengan membentuk tim Satgas Penanggulangan Bencana Terpadu,” ungkapnya.
“Tim satgas siaga bencana ini melibatkan personel gabungan lintas instansi di Pamekasan, dengan menerapkan sistem shift. Mulai dari personel BPBD, PCC, Tagana hingga relawan yang tergabung dalam FPRB Pamekasan,” ungkapnya.
Baca Juga: Kapolres Pamekasan: Narkoba Jadi Tanggungjawab Kita Semua
Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah petugas dari instansi terkait, agar memperketat pemantauan dan pengawasan. “Sehingga dengan begitu, ketika terjadi bencana bisa segera diketahui dan segera ditangani oleh petugas,” jelasnya.
“Maka dari itu, BPBD Pemkab Pamekasan juga telah berkoordinasi dengan TNI-Polri, termasuk sejumlah petugas di seluruh kecamatan di Pamekasan, agar ikut membantu melakukan pengawasan dan deteksi dini,” tegasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga memetakan potensi bencana pada musim penghujan tahun ini. Setidaknya terdapat potensi bencana angin kencang, banjir dan longsor. “Potensi bencana itu berpotensi terjadi hampir di semua titik di Pamekasan. Baik di wilayah selatan, tengah dan pantura,” pungkasnya. [pin/ted]






