Surabaya (beritajatim.com) – Atlet cabang olahraga hoki Puslatda Jatim dilarang berlatih di Lapangan Jatim Seger, Surabaya pada Selasa (17/1/2024). Pengelola lapangan melarang para atlet tersebut berlatih tanpa seizin Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur.
Peristiwa ini bermula ketika pelatih sekaligus Sekretaris Umum Federasi Hockey Indonesia (FHI) Jatim, Suryanto Agung, membawa atlet hoki Jatim untuk berlatih pemanasan di lintasan 6, 7, dan 8. Namun, tiba-tiba mereka dipanggil oleh sekuriti lapangan.
Sekuriti tersebut mengatakan bahwa Suryanto tidak boleh menggunakan lapangan tanpa seizin Yossi Harbiantoro, petugas Dispora Jatim yang bertanggung jawab atas pengelolaan lapangan Jatim Seger.
Suryanto pun menghubungi Yossi untuk meminta izin menggunakan lintasan tersebut. Namun, Yossi menolak dengan alasan harus mendahulukan prosedur.
Yossi juga mengatakan bahwa ada kekhawatiran aktivitas atlet hoki akan mengganggu latihan atlet atletik Puslatda Jatim dan komunitas yang memiliki izin untuk berlatih di sana.
Padahal, lintasan 6, 7, dan 8 tidak digunakan untuk latihan atlet atletik. Namun, Yossi bersikeras melarang atlet hoki Jatim berlatih di lintasan tersebut.
Akibatnya, para atlet hoki Jatim terpaksa berlatih di luar lapangan, yaitu di tepi jalan raya. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi keselamatan mereka.
Ketua Pengprov FHI Jatim, Michael Donnie Gunawan, mengaku kecewa dengan sikap pengelola Lapangan Jatim Seger. Ia menilai sikap tersebut tidak pantas, mengingat atlet hoki Jatim adalah atlet yang mewakili Jawa Timur.
“Jujur saya kecewa, karena kami berlatih atas nama Jatim di lapangan milik Pemprov Jatim, kenapa harus diperlakukan seperti itu,” kata Donnie.
Ketua KONI Jatim, M. Nabil, juga menyayangkan sikap pengelola lapangan. Ia menilai tidak ada kebijakan yang mengharuskan atlet puslatda untuk bersurat resmi ke pihak pengelola atau Dispora Jatim untuk meminta izin menggunakan fasilitas tersebut.
“Seharusnya tidak ada prosedur seperti itu. Atlet Puslatda ini kan membawa nama Jatim, sudah ada SK-nya dan identitas mereka jelas, seharusnya mereka dan atlet Jatim lainnya bebas menggunakan fasilitas tersebut,” kata Nabil.
Hingga berita ini diturunkan, Dispora Jawa Timur belum memberikan keterangan terkait masalah ini. [way/beq]






