Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Mata Masyarakat (RSMM) Jawa Timur meresmikan dan mengenalkan fasilitas-fasilitas barunya. Ini merupakan upaya untuk mengembangkan kualitas kesehatan, khususnya kesehatan mata.
Adapun fasilitas baru tersebut antara lain Gedung Rawat Jalan dan Kamar Operasi Modular Operating Theater. Kemudian, RSMM Jatim juga mengenalkan dua aplikasi bernama Sigalon dan Desis.
Direktur RSMM Jatim dr Eka Basuki Rachmad mengatakan bahwa pembangunan Gedung Rawat Jalan tersebut mengusung konsep ‘One Stop Service’. “Gedung ini diharapkan dapat memaksimalkan pelayanan, mengurangi kerumunan, meningkatkan kenyamanan bagi pasien, penambahan pelayanan baru serta pelayanan penunjang lain,” ujar Eka, Selasa (16/1/2024).
Terkait ruang operasi, Eka menilai bahwa ruang tersebut harus memperhatikan standar tertentu salah satunya tidak ditemukannya angka infeksi pasca operasi. Tujuannya, untuk pengendalian infeksi, kontaminasi, keselamatan dan kenyamanan pasien.
RSMM Jatim sendiri sudah mengupayakan ruang operasi yang sesuai standar. Hanya saja, saat ini perlu dilakukan renovasi karena kondisi ruang operasi dan angka kuman pada tahun 2022 menunjukkan hasil pengukuran tidak standar.
“Karena itu, sebagai upaya untuk meningkatkan patient safety terutama pengendalian infeksi pasca operasi, RSMM Jawa Timur membangun Kamar Operasi MOT (Modular Operating Theater) yang bekerja secara terintegrasi, bekerja lebih efektif dan efisien,” katanya.
Tak hanya itu, RSMM Jatim juga menciptakan Aplikasi SiGalon (Sistem Elektronik Gangguan Penglihatan Low Vision) dan DESIS (Digital Eye Strain information System) untuk memberdayakan masyarakat agar mampu melakukan self assessment permasalahan gangguan penglihatan.
“Aplikasi ini dibuat karena belum optimalnya deteksi dini pada kasus low vision dan juga deteksi dini gangguan penglihatan yang disebabkan lama berada di depan gawai, mekanisme rujukan penanganan low vision, serta peningkatan penemuan kasus low vision pada usia lebih dari 6 tahun,” jelas Eka.
Ia menambahkan, untuk mendukung pelayanan kesehatan mata, tahun ini RSMM Jatim membuka Poli Penyakit Dalam sebagai penunjang memberikan kenyamanan pasien dan pengunjung yang memerlukan konsultasi lebih lanjut.
“Beberapa poli subspesialis juga akan dibuka seperti sub spesialis neuro ophthalmology dan poli subspesialis dry eye. Ke depannya RSMM Jawa Timur berharap dapat menjadi rumah sakit rujukan subspesialis mata untuk seluruh Jawa Timur dan Indonesia Bagian Timur,” tandasnya. [ipl/kun]






