Surabaya (beritajatim.com) – Capaian jumlah anak di Jatim yang diimunisasi pada kegiatan Sub PIN (Pekan Imunisasi Nasional) Polio putaran pertama mencapai 1.168.443 anak dari jumlah total 4.437.679 sasaran.
“Imunisasi polio dapat mencegah seorang anak bisa terhindar dari virus sekaligus memperkuat daya tahan tubuh anak pada rentan usia 0-7 tahun,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Selasa (16/1/2024).
Khofifah menyebut, masa Inkubasi virus polio sekitar 3-6 hari dan kelumpuhan terjadi dalam waktu 7-21 hari. Gejalanya berupa demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher dan nyeri di tungkai.
Menurutnya, selain imunisasi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci dalam pencegahan penularan polio di masyarakat, mengingat cara penularan virus polio ini adalah melalui fecal oral.
“Menerapkan PHBS, seperti BAB di jamban dengan septic tank, membuang sampah popok bayi di tempat sampah dan cuci tangan dengan sabun merupakan hal penting untuk mencegah penularan virus polio ini,” katanya.
Diketahui, Dinkes Jatim menggelar Sub PIN secara serentak di seluruh wilayah Jatim sebanyak dua putaran, yakni putaran pertama pada 15-21 Januari 2024, dan putaran kedua pada 19-25 Februari 2024.
Kegiatan Sub PIN Polio ini berdasarkan surat dari Menkes RI Nomor : IM.02.03/Menkes/1051/2023 tanggal 29 Desember 2023 perihal Pelaksanaan Sub PIN dalam rangka Penanggulangan KLB Polio cVDPV2.
Secara khusus, Khofifah mengajak seluruh orang tua yang memiliki anak usia 0-7 tahun untuk mengantarkan anaknya ke Pos Imunisasi terdekat baik Posyandu, Puskesmas, PAUD, TK, SD,MI dan sarana layanan Kesehatan lain guna mendapat imunisasi tetes polio. [ipl/kun]






