Surabaya (beritajatim.com) – Presiden RI Joko Widodo memperbesar anggaran riset saat membuka Konvensi XXIV Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia yang digelar di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin (15/1/2024).
“Tadi subuh saya dari Bogor ke Surabaya khusus untuk Forum Rektor Indonesia,” kata Jokowi.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis bagi negara. Pun dengan rektor yang juga berperan sangat besar. Menurutnya, Indonesia harus menyiapkan strategi penguatan SDM untuk menyambut bonus demografi.
Melimpahnya sumber daya alam, kata dia, tak cukup menjadikan Indonesia sebagai negara maju. SDM unggul menjadi kunci dan harus benar-benar dipersiapkan. Selain itu, menurutnya peneliti juga perlu diperbanyak.
Jokowi menyebut jika kampus harus menjadi lembaga riset yang selaras dengan industri. Perguruan tinggi memiliki banyak dosen, juga tenaga peneliti dan mahasiswa untuk pengembangan iptek serta berinovasi dalam memecahkan masalah bangsa.
Ia juga menekankan urgensi riset dan pentingnya perguruan tinggi sebagai kunci kemajuan riset dan inovasi di Indonesia.
“Artinya, Pak Nadiem (Mendikbudristek, red) anggarannya diperbesar. Gak apa-apa dimulai tahun ini. Tapi dimulai dulu yang gede. Nanti siapapun presiden yang akan datang mau tidak mau melanjutkan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua FRI Prof Mohammad Nasih mengapresiasi dukungan pemerintah terkait anggaran perguruan tinggi utamanya untuk riset. Sesuai arahan Presiden, FRI akan terus mendorong peningkatan kualitas SDM dan menjawab berbagai tantangan Indonesia.
“IPM kita masih 73 dan kita berharap 2024 ada di angkat 83 untuk menjadi negara maju. Angka rata-rata sekolah kita di angka 9 atau 9 tahun sementara negara maju sudah 13 tahun. Skor PISA kita masih rendah, riset apalagi. Banyak yang perlu dinaikan dan itu perlu investasi karena berkaitan langsung dengan kualitas SDM kita,” ucapnya.
Sedangkan ketua panitia, Rektor Unesa Prof Nurhasan mengaku siap menindaklanjuti arahan presiden terkait peningkatan SDM, riset dan inovasi. Diharapkan mulai tahun ini kampus sudah berlari dalam hal inovasi dan beradaptasi.
Pihaknya berkomitmen melaksanakan arahan presiden untuk membangun dan mendesain SDM dengan bonus demografi yang kita miliki ke depan. Itu harus fokus dan didesain benar-benar sehingga sesuai harapan kita bersama menuju Indonesia emas.
“Melalui forum ini juga nanti akan menghasilkan rekomendasi. Kami (FRI) diminta untuk membantu memformulasikan SDM karena itu ada di perguruan tinggi,” tandasnya. [ipl/beq]






