Jombang (beritajatim.com) – Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) seluruh parpol (partai politik) peserta pemilu 2024 sudah dilaporkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) Jombang. Sebanyak 18 parpol tersebut sudah melakukan perbaikan.
Pasalnya, KPU Jombang sempat mengembalikan LADK seluruh parpol akibat adanya kesalahan. “Setelah dilakukan perbaikan, mereka menyetorkan lagi tanggal 12 Januari kemarin. Semuanya sudah selesai,” ujar Komisioner KPU Jombang, Divisi Teknis Penyelenggaraan, As’ad Choiruddin, Minggu (14/1/2024).
Dari laporan tersebut diketahui parpol mana yang mendapatkan pemasukan dana tertinggi. Ada pula parpol yang saldo LADK nilainya Rp 0. Kondisi itu dialami oleh 10 parpol. “Ada 10 parpol yang saldo LADK-nya nol rupiah,” kata Asad menjelaskan.
Di antaranya, Partai Golkar Jombang. Dalam laporan tersebut RKDK (Rekening Khusus Dana Kampanye) tertulis Rp 0. Kemudian kolom penerimaan dan pengeluaran juga Rp 0. Lalu, kolom saldo juga tertulis Rp 0.
Hal serupa juga tertera dalam LADK Partai Nasdem. Mulai RKDK, kolom pemasukan dan pengeluaran, serta saldo, semuanya nol rupiah. Hal yang sama juga ada di Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Garda Republik Indonesia, serta Partai Amanat Nasional.
Sementara itu Partai Perindo, RKDK nol rupiah. Kemudian ada pemasukan dan pengeluaran sebesar Rp 3.858.000. Sehingga saldo akhir Rp 0. Lalu PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Partai berlambang kabah ini RKDK-nya Rp 0. Pemasuk dan pengeluaran masing-masing Rp 97.662.000. Sehingga saldo akhir Rp 0.
Parpol terakhir yang memiliki saldi Rp 0 adalah Partai Ummat. Dalam laporan itu, RKDK Partai Ummat Rp 0. Sedangkan pemasukan dan pengeluaran masing-masing Rp 1.179.984. Lalu, saldo akhir Rp 0. “LADK ini sudah kita umumkan di laman KPU Jombang,” kata Asad memastikan.
Bagiaman dengan PDIP? Dalam LADK tersebut saldo akhir partai berlambang banteng bulat juga Rp 0. Namun Saldo awal RKDK sebesar Rp 1.000.000. Sementara pada kolom pemasukan dan pengeluaran sebesar Rp 294.995.500.
Saldo akhir paling banyak adalah Partai Gelombang Rakyat Indonesia, yakni sebesar Rp 31.000.000. Pada saldo awal RKDK sebesar Rp 1.000.000. Sedangkan kolom pemasukan ada uang sebesar Rp 102.220.000, lalu pengeluaran Rp 72.220.000.
Saldo terbanyak kedua adalah Partai Keadilan Sejahtera dengan nilai Rp 12.462.000. Saldo awal RKDK parpol ini sebesar Rp 12.432.000. Lalu ada pemasukan Rp 101.092.000 dan pengeluaran Rp 88.630.000. [suf]






