Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro Sugeng Indrawan mengungkap kondisi penghuni rutan yang dipimpinnya sudah over load, Sabtu (13/1/2024).
Sugeng menambahkan, kondisi bangunan seharusnya hanya berkapasitas 250 orang itu kini diisi sebanyak 454 orang. Jumlah tersebut sesuai data yang dikumpulkan per Jumat (12/1/2024). “Jumlah penghuni Lapas Bojonegoro per Jumat kemarin sebanyak 454 orang,” ungkap Sugeng Indrawan yang pernah menjabat Kalapas Kelas IIB, Tuban itu.
Sebanyak 454 orang itu dengan rincian, narapidana (napi) laki-laki sebanyak 394 orang, napi wanita sebanyak 7 orang, tahanan laki-laki sebanyak 49 orang, dan tahanan wanita sejumlah 4 orang.
Dengan kondisi lapas yang over load itu, pihaknya mengaku kekurangan personil. Sehingga satu petugas bisa merangkap dengan bagian lain. Jumlah petugas Lapas Bojonegoro totalnya 62 orang. “Jumlah staf kantor (PNS) hingga petugas jaga sebanyak 62 orang. Jam kerja staf kantor seperti PNS pada umumnya, masuk pagi dan pulang sore,” terangnya.
Sementara, jam kerja petugas jaga dibagi dalam 3 shift, pagi, siang, dan malam. Setiap regu jaga terdiri dari 6 orang, dengan rincian 1 komandan, 2 penjaga pintu, 1 petugas jaga di pos atas, dan 2 orang berjaga di blok hunian. “Jumlah pos atas ada 4, namun hanya terisi 1 orang petugas jaga kerena kekurangan personil,” imbuh Sugeng, sapaan akrabnya.
Untuk diketahui, Lapas Kelas IIA Bojonegoro sendiri memiliki 7 blok yang semuanya difungsikan sebagai penampungan seluruh penghuni. Rinciannya Blok A dihuni sebanyak 116 orang, Blok B sebanyak 234 orang, Blok C sebanyak 23 orang, Blok D sebanyak 46 orang, Blok wanita sebanyak 11 orang, Blok asimilasi sebanyak 13 orang, dan Blok dapur dihuni sebanyak 11 orang. [lus/kun]






