Batu (beritajatim.com) – Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM) mensosialisasikan cara membuat pupuk kompos dengan keranjang takakura di Desa Bulukerto Kota Batu. Acara ini diadakan oleh kelompok 14 HI UMM kolaborasi dengan trash hero Tumapel.
Mereka mengajarkan ibu-ibu desa Bulukerto cara membuat kompos dengan keranjang Takakura. Menurut ketua kelompok 14, Aulia Ramadhani, program ini dapat berdampak positif bagi lingkungan, terutama warga Bulukerto.
“Kami melihat pengolahan dan pemilahan sampah dari rumah masih jarang dilakukan bahkan tidak pernah dipraktekkan di kehidupan sehari-hari. Padahal pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah sudah menjadi hal yang biasa di negara-negara maju lainnya seperti Amerika dan Jepang,” ungkap Aulia, Kamis (11/1/2024).
Menurut Aulia, composting menjadi rangkaian proses secara biologi untuk penguraian dari bahan yang organik. Setelah itu dijadikan suatu produk contohnya humus dan lebih dikenal sebagai kompos.

“Ada beberapa cara untuk melakukan metode composting ini antara lain menggunakan metode takakura yang bisa didapatkan dengan mudah. Metode ini ditemukan oleh seseorang yang berasal dari Jepang yaitu Koji Takakura,” terang mahasiswa semester 5 HI UMM ini.
Pada metode ini alat utama yang digunakan adalah keranjang yang berlubang dan berasal dari plastik agar dapat memastikan terdapat udara. Bahan lain yang dapat digunakan adalah pakan ayam, tanah, bekas sampah organik, air gula aren yang dicairkan.
“Program sosialisasi ini tidak hanya mengajarkan kepada masyarakat desa tersebut bagaimana mengelola sampah untuk menjadi kompos tetapi memberikan manfaat juga dalam jangka panjang. Masyarakat di desa tidak hanya belajar mengelola dan memilah sampah, tetapi mengembangkan pemikiran agar melaksanakan metode keranjang Takakura di rumah,” jelas Aulia.
Menurut ketua kelompok 14, program sosialisasi ini merupakan contoh nyata cara mahasiswa dan organisasi peduli lingkungan dapat berkontribusi pada masyarakat dan lingkungan. Melalui kontribusi ini diharapkan masyarakat dapat mengelola sampah dengan baik dan menciptakan lingkungan yang positif.
Pendampingan pengelolaan sampah ini juga sebagai pemenuhan mata kuliah gerakan sosial global yang diampu oleh dosen Ruly Inayah Ramadhoan, M.Sos, M.Si. Kelompok 14 beranggotakan Tuti Septichana, Fadiatul Maghfiroh, Navisa Septia,Liony Putri, Nur Rizqiah, Aisya Nazelina, Fariz Yanuar, Mareza Zulvan, Dimas Satria, Aulia Ramadhani.
Kelompok ini berkolaborasi dengan organisasi yang peduli lingkungan Trash Hero Tumapel. Selain itu, mereka mendapat sponsorship dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dan Warung Wak Breng. [dan/suf]






