Jakarta (beritajatim.com) – Dua siswi lulusan SMA Negeri di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ayu Diva dan Alfia Putri, mengadu ke Ganjar Pranowo tentang masalah ijazahnya yang tidak diberikan oleh pihak sekolah karena ada tunggakan pembayaran iuran bulanan.
Ganjar Pranowo, yang merupakan calon presiden nomor urut 3, langsung berinisiatif untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Kejadian ini bermula saat Ganjar Pranowo dan istrinya, Siti Atikoh, sedang berbincang santai dengan beberapa anak muda di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Senin (8/1/2024).
Ayu dan Putri, yang ikut dalam obrolan tersebut, mengungkapkan keluh kesahnya tentang ijazahnya yang masih ditahan oleh sekolahnya. Mereka mengatakan bahwa ijazah itu sangat dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Saya sudah lulus SMA dan sekarang bekerja di Bekasi, Pak,” ujar Ayu.
Ayu menambahkan bahwa ia memiliki keinginan untuk kuliah. Namun, hal itu terkendala oleh ijazahnya yang belum bisa diambil dari sekolah.
“Kami berempat satu sekolah, Pak. Kami ingin kuliah, tapi ijazah kami masih ditahan oleh sekolah,” kata Putri.
Alasan ijazah mereka ditahan adalah karena mereka belum membayar iuran bulanan yang menjadi kewajiban siswa di sekolah tersebut.
“Dan, kalau boleh usul, Pak. Buatlah jalur khusus untuk atlet-atlet yang ingin kuliah. Jadi ada sekolah yang memfasilitasi atlet. Saya sendiri berlatih pencak silat,” saran Ayu.
Mendengar keluhan mereka, Ganjar Pranowo merasa heran karena sekolah negeri melakukan hal seperti itu.
“Wah, kalau di Jateng, hal seperti ini sudah saya atasi. Ini biar saya bantu urus,” ucapnya. (ted)






