Kediri (beritajatim.com) – Seleksi pegisian perangkat desa di Kabupaten Kediri carut-marut. Hal ini diakui oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Bupati Kediri mendapatkan laporan bahwa para peserta ujian perangkat desa banyak yang kecewa. Peserta merasa ada kejanggalan dan mensinyalir ujian yang berlangsung akhir Desember 2023 lalu itu sarat kecurangan.
“Jika ditemukan adanya jual beli jabatan dalam pelaksanaan tes perangkat desa kali ini, bisa dibuktikan kata kuncinya, maka saya sendiri yang akan mengantarkan yang bersangkutan kepada aparat penegak hukum,” tegas Mas Dhito panggilan akrab Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Ujian perangkat desa sendiri berlangsung di Gedung Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, pada Rabu (27/12/2023) lalu. Tes ini diikuti oleh 165 desa di Kabupaten Kediri.
Pelaksanaan ujian dengan menggandeng dua universitas berbeda. Yaitu, Universitas Islam Malang (Unisma) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Berbeda dari tahun sebelumnya, pada tahun ini ujian menggunakan sistem basis computer assisted test atau CAT. Maksudnya adalah seluruh ujian menggunakan komputer.
Dengan sistem CAT ini sebenarnya untuk meminimalisir teradinya kecurangan. Sebab, nilai ujian bisa langsung dilihat. [nm/ted]






