Ibadah Natal berlangsung khidmat dengan dipimpin oleh tim musik Gloria Choir, kelompok asli putra daerah yang merantau ke beberapa daerah. Pasar Tradisional yang digelar mempersembahkan menu tradisional seperti Sego Pecel, Nasi Rawon, Es Dawet, dan beragam jajanan pasar tempo dulu. Uniknya, para hadirin dan tamu undangan diwajibkan melakukan transaksi jual-beli menggunakan bahasa Jawa.
Thaddeus Michael Vernando, Ketua panitia kegiatan Natal GUPDI Josaren, menyatakan bahwa kegiatan ini diadakan untuk mempererat kerukunan antar umat beragama, tidak hanya untuk umat Kristen. Ia menyampaikan harapannya agar melalui acara ini, toleransi dapat terjaga dan tidak ada tembok penghalang antar umat beragama yang hidup dalam satu dusun.
Michael menambahkan bahwa kegiatan Natal kali ini menjadi momentum penting di mana seluruh warga dusun diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan pasar tradisional dan menikmati hidangan secara gratis. Rencananya, kegiatan pasar tradisional akan rutin dilaksanakan setiap bulan di tahun 2024.
“Pasar tradisional dusun Josaren ini juga menjadi peresmian yang ke depannya akan dibuka rutin sekali sebulan, membuka peluang usaha selain sektor pertanian yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat,” terangnya. Ia menekankan bahwa melalui kegiatan pasar tradisional, gereja memberikan kesempatan kepada jemaat untuk menyalurkan kerinduannya memberkati sesama lewat masakan tradisional yang beragam.
“Dalam acara ini, semua makanan ditanggung biayanya oleh gereja, dan tamu undangan dapat menikmati hidangan secara gratis,” ungkap Michael. [kun]