Sidoarjo (beritajatim.com) – Founder Tim BHS Peduli, Ir H. Bambang Haryo Soekartono mendatangi lokasi tanggul jebol di Mliriprowo Kecamatan Tarik yang mengakibatkan banyak petani mengalami gagal tanam karena sawahnya tergenang air.
Jebolnya tanggul tersebut akibat derasnya air saluran irigasi yang mengalir dari sungai Brantas. Keluhan warga langsung diteruskan oleh Bambang Haryo ke Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS), untuk segara dilakukan tindakan atas tanggul jebol yang merugikan puluhan petani tersebut.
“Saya langsung menghubungi kepala balai untuk pembenahannya, dan kita harapkan dapat terselesaikan tidak terlalu lama dan berjalan dengan baik. Karena dampaknya ini, airnya mengalir ke wilayah Balongbendo yang mana kawasan Bakungtemenggungan
Balongbendo kesulitan air karena airnya masuk kesini,” kata Bambang Haryo.
Dia juga menyebut, petani melakukan swadaya dengan penambalan tanggul semaksimalnya mungkin di tiga tanggul yang jebol tersebut. Namun air tetap mengalir di area persawahan.
Pihaknya juga bakal memberikan bantuan dana kepada para petani untuk normalisasi gorong-gorong yang mengaliri area persawahan dan desa Mliriprowo Tarik hingga Bakungtemenggungan Balongbendo.

Imam, salah satu petani adal Mliriprowo mengapresiasi respon cepat dari Tim BHS Peduli untuk meninjau lokasi, jebolnya tanggul tersebut. Warga juga merespon ajakan Bambang Haryo untuk gotong royong melakukan perbaikan tanggul yang berbatasan dengan area persawahan warga tersebut.
“Besok warga siap kumpul dan bergotong-royong melakukan perbaikan tanggul yang jebol. Para petani juga merasa senang jika sampai sawah-sawah yang dikerjakan, diasuransikan oleh Pak Bambang Haryo,” terangnya dengan bersyukur.
Dalam kunjungannya, Bambang Haryo juga mendengarkan keluhan soal penyaluran pupuk bersubsidi untuk gabungan kelompok tani (Gapoktan) di wilayah kecamatan Balongbendo. Dimana, para petani belum mendapatkan jatah pupuk bersubsidi.
“Besok tim BHS peduli bersama para Gapoktan untuk mendaftarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) yang diharapkan dengan bantuan dukungan ini petani bisa mendapatkan jatah pupuk bersubsidi. Mengingat saat ini sudah masuk musim tanam,” tegas Bambang Haryo. (isa/ian)






