Ngawi (beritajatim.com) – Niat rombongan guru SMP Charis National Academy asal Malang untuk liburan di Yogyakarta kandas. Salah satu bus yang mereka tumpangi celaka di Tol Ngawi-Solo.
Bus yang mengangkut 34 orang guru itu menabrak truk trailer muatan tiang pancang di KM 567 B masuk Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (3/1/2024) pukul 04.00 WIB.
Akibatnya, kenek bus PO Restu itu meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara, 20 orang penumpang mengalami luka. Serta, pengemudi truk trailer mengalami luka karena buatannya terlempar ke kabun truk dan menimpa badannya.
Elva, salah seorang penumpang mengaku tak tahu bagaimana kejadiannya. Setahu dia, saat kejadian mayoritas rekan guru di dalam bus tengah tertidur.
Saat tertidur dia merasa jika bus sudah oleng. Saat terasa ada benturan keras, pria itu langsung terbangun disertai suara teriakan dari penumpang lain.
“Saya kan tidur, tahu-tahu bus itu sudah nabrak pembatas jalan. Saya pas tidur juga sudah merasa bus ini sudah kayak ular gitu (oleng). Terus setelah saya bangun, ternyata nabrak truk dan pembatas jalan tol,” kata Elva.
Memang, Elva terluka tak parah. Namun, setelah kejadian dia nyaris tak bisa berdiri.
Pertama kali yang dia lakukan adalah mencoba keluar dari bus. Kemudian segera membantu penumpang lain yang mengalami luka cukup parah agar bisa keluar dari bus.
“Pertama ya menyelamatkan diri dulu. Setelah saya bisa berdiri, saya langsung menyelamatkan rekan-rekan. Saya belum tahu sih yang luka parah berapa,” katanya.
Diketahui, satu dari tiga bus rombongan wisata asal Malang menabrak truk trailer muatan tiang pancang di Tol Ngawi-Solo di kilometer 567 B masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (3/1/2023) pukul 04.00 dini hari.
Akibatnya, kenek bus rombongan wisata SMP Charis National Academy Malang itu meninggal dunia di lokasi. Sementara, 20 penumpang yang merupakan guru mengalami luka-luka. Tak hanya, itu sopir truk trailer pun mengalami luka karena tertimpa muatan tiang pancang.
Kejadian berawal saat bus pariwisata PO Restu itu membawa rombongan guru SMP Charis National Academy. Total ada tiga bus yang berjalan beriringan dari arah Surabaya menuju arah Yogyakarta. Mereka hendak liburan.
Sampai di lokasi kejadian, bus pertama yang dikemudikan oleh Muhammad Basri (48) warga Desa Kedawung Kulon Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan tak dapat menghindari truk trailer yang berjalan searah di depannya.
Bus yang mengangkut 34 orang guru itu langsung menabrak truk trailer muatan tiang pancang di depannya yang dikemudikan oleh Suwignyo (55) asal Desa Ngrambe Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto.
Kerasnya benturan membuat muatan truk tiang pancang tumpah menimbun sopir truk. Sementara, sang kenek bus yakni Anugrah Aviciena Arif (20) warga Desa Kedawung Kulon Kecamatan Grati Pasuruan meninggal dunia di lokasi.
Ada 20 orang terluka dan sang sopir truk yang luka parah. Sebanyak 17 penumpang diantaranya dirawat di RS Widodo dan sisanya di RS At Tin Husada. Untuk korban meninggal, dibawa ke ruang jenazah RSUD dr Soeroto Ngawi.
“Saya tidak tahu kejadian persisnya, namun saat saya tidur bus ini sudah menabrak pembatas jalan, tepatnya di belakang truk muatan pancang. Kami rombongan guru mau liburan ke Yogyakarta,” kata Joshua Aji Susma, salah satu penumpang bus.
“Di depan tidak ada lampu, saya goyang ke kanan dan akhirnya menabrak truk tiang pancang. Sopirnya tertimbun muatan,” kata Muhammad Basri, sopir bus.
Polisi yang datang ke lokasi melakukan olah TKP. Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan di Kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi. [fiq/beq]






