Sumenep (beritajatim.com) – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sumenep selama tahun 2023 menunjukkan trend meningkat dibanding 2022. Untuk tahun 2022, tercatat sebanyak 323 kejadian laka lantas, sedangkan di tahun 2023 tercatat sebanyak 391 kejadian atau meningkat 21 persen.
“Untuk jumlah korban meninggal dalam kejadian kecelakaan selama 2023 juga meningkat dibanding 2022. Untuk tahun 2022, korban meninggal tercatat sebanyak 62 orang, dan tahun 2023 sebanyak 68 orang atau naik 10 persen,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko, Senin (01/01/2024).
Ia menjelaskan, kejadian kecelakaan tersebut sebagian besar melibatkan sepeda motor. Sedangkan penyebab kecelakaan masih didominasi faktor ‘human error’ atau kesalahan pengendara/ pengemudi.
“Memang ada juga yang disebabkan oleh faktor lain seperti kondisi jalan, atau kurangnya penerangan. Tetapi terbanyak faktornya adalah kelalaian pengendaranya. Misalnya melawan arus, menerobos lampu merah, ngebut, tidak mengenakan helm, maupun pelanggaran-pelanggaran lainnya,” terang Kapolres.
Karena itu, lanjutnya, pihaknya tidak henti-hentinya untuk memberikan pemahaman pada masyarakat agar tertib berlalulintas. Sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara, termasuk teguran simpatik.
“Kami juga memberikan reward pada pengendara sepeda motor yang tertib. Selain itu, kami pun menyebar brosur berisi ajakan untuk mematuhi aturan lalu lintas,” terangnya. (tem)






