Tuban (beritajatim.com) – Kedatangan Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Kabupaten Tuban dalam rangka dialog bersama petani dan nelayan di Mangrove Centre Tuban, Jumat (29/12) lalu menyoal kelangkaan pupuk dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Dalam dialog tersebut Cak Imin mengatakan bahwa petani mengadu soal kesulitan mencari pupuk, sedangkan nelayan juga mengeluhkan soal kelangkaan BBM hingga kesulitan pergi melaut.
“Para nelayan sulit melaut gara – gara BBM langka, padahal mereka mau beli yang penting tersedia. Yang kedua terkait pupuk dan harga jual produksi pertanian,” ucap Muhaimin Iskandar.
Pria yang akrab disapa Cak Imin ini juga menambahkan, keluhan yang kerap disampaikan oleh para nelayan dan petani di berbagai daerah tidak jauh berbeda, yaitu tentang kelangkaan pupuk dan BBM.
Bahkan ia mengaku telah lama mengingatkan kepada pemerintah untuk serius menangani permasalahan yang dirasa klasik tersebut.
“Misalnya dengan mendorong peningkatan produksi BBM dalam negeri dan mengalihkan BBM subsidi menjadi bantuan langsung tunai kepada masyarakat miskin,” terang dia.
Cak Imin berharap Pemerintah membangun pabrik pupuk sebanyak- banyaknya dan mengatur kembali proses distribusi agar tidak dimanfaatkan oleh mafia. “Seharusnya nasib petani tidak boleh terus diabaikan,” kata Cak Imin.
Menurutnya, petani juga menentukan masa depan pangan dalam negeri, sehingga tidak tergantung pada impor, sedangkan nelayan juga bisa meningkatkan suplai protein ikan. Maka dari itu, ia bersama Anies Baswedan bertekad untuk membawa perubahan.
“Kami semakin bertekad bersama petani dan nelayan untuk hadirkan perubahan dan kedepan pemerintahan dibawah Anies – Muhaimin semua problem dapat teratasi,”pungkasnya. [ayu/ted]






