Madiun (beritajatim.com) – Atap Sleko Food Court Sleko, Jalan Pandean, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun ambrol pada Minggu (31/12/2023) pukul 05.30 WIB. Atas tragedi ini atap sempat menimpa lapak pedagang.
Peristiwa tersebut terekam dalam video amatir dan beredar di sosial media. Dalam tayangannya, terlihat material plafon atau galvalum ambrol dan berhamburan di area food court.
Salah satu pedagang nasi di Sleko Food Court, Winarsih (60), membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, runtuhnya plafon diketahui oleh para pelaku wisata kuliner pada saat itu.
“Saya dikasih tahu kalau atap food court runtuh. Setelah itu saya langsung bergegas ke lokasi, saya cek ternyata benar,” kata Winarsih.
Winarsih mengatakan, tempat lapaknya tidak jauh dari lokasi runtuhnya plafon. Selain itu, banyak rekan seprofesi yang sedang bersiap-siap untuk membuka lapak.
“Banyak yang sibuk memasak, sama menyiapkan keperluan sarapan buat pembeli. Kalau dibiarkan bisa mengancam pengunjung,” ujar Winarsih.
Winarsih mengatakan, para pedagang langsung membersihkan puing-puing reruntuhan atap. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pengunjung yang mau datang.
Terpisah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun mengungkapkan penyebab ambrolnya atap Sleko Food Court Sleko, Jalan Pandean, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Minggu (31/12/2023).
Kepala DPUPR Kota Madiun, Thariq Megah mengatakan, penyebab kejadian tersebut adalah angin hujan deras yang tidak berhenti sejak malam hari.
“Tadi dicek sama jajaran dari cipta karya dan konsultan. Hasil investigasi penyebab kejadian karena angin hujan deras, yang tidak berhenti kemarin malam,” ujar Thariq.
Thariq mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan petugas ke lapangan untuk melakukan perbaikan kerusakan atap plafon.
“Untuk sementara, sudah dibersihkan agar tidak mengganggu kenyamanan para pengunjung. Setelah tahun baru ini akan kami benahi yang rusak dengan melibatkan rekan rekan penyedia,” tandasnya. [fiq/aje]






