Probolinggo (beritajatim.com) – Antisipasi naiknya harga beras, Pemkab Probolinggo lakukan operasi pasar. Dalam operasi pasar ini, Pemkab Probolinggo bekerjasama dengan Bulog Probolinggo untuk menyediakan sejumlah beras untuk masyarakat.
Ada setidaknya 8 ton beras di setiap kecamatan atau setara dengan 1.600 sak beras yang disediakan oleh Pemkab dan Bulog. Pendistribusian ini dilakukan di 7 kecamatan, diantaranya yakni Sumberasih, Dringu, Pajarakan, Kraksaan, Gending, Paiton, dan Tongas.
“Kami bekerjasama dengan Bulog Probolinggo untuk melakukan operasi oasar murah tahun 2023. Hal ini bertujuan untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Kabupaten Probolinggo,” kata Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, Jumat (29/12/2023).
Taufik juga mengatakan bahwa dalam operasi pasar beras murah ini setiap warga hanya dibolehkan membeli dua sak atau sekitar 10 kilogram. Dari dua sak tersebut warga hanya perlu merogoh kocek Rp 102.000.
Taufik juga mengatakan bahwa operasi pasar ini dilakukan untuk menekan lonjakan harga bahan pokok yang naik secara signifikan. Sehingga operasi pasar ini hanya bersifat insidentil atau temporari, biasanya dilaksanakan saat terjadi lonjakan harga menjelang Natal, Tahun Baru, atau menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Inisiatif operasi pasar beras murah ini adalah upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat bisa membeli bahan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Selama periode Nataru, DKUPP telah menggelar berbagai kegiatan, termasuk pengawasan ulang SPBU, operasi pasar beras murah, dan pemantauan harga melalui aplikasi SIMADU. Semoga upaya ini memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. (ian)






