Blitar (beritajatim.com) – Bawaslu Kabupaten Blitar menemukan 7 surat suara rusak pada hari pertama sortir lipat di gudang KPU, kemarin (26/12/23). Ketujuh surat suara ini robek di bagian pinggir dan lipatan.
Bahkan ada robekan surat suara sampai mengenai nomor partai. Dengan kondisi kerusakan tersebut, maka 7 surat suara itu dikategorikan rusak dan tidak bisa digunakan saat pemilu.
Surat suara yang rusak ini pun akan disendirikan serta akan dikirimkan kembali ke penyedia untuk dilakukan penggantian.
“Untuk sementara ada 7 surat suara yang rusak, ketika kami melakukan pengawasan pada Selasa pukul 14.00 WIB. Surat suara yang rusak itu mengalami robek pada beberapa bagian. Namun tidak parah hingga mengenai nama caleg, meski begitu masih tidak bisa digunakan saat pemilu,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Nur Ida Fitri, Rabu (27/12/23).
Dalam tahap pertama ini, ada 532.075 surat suara yang diterima oleh KPU Kabupaten Blitar. Ribuan surat suara tersebut kemudian dilakukan sortir dan lipat mulai kemarin, Selasa (26/12/23).
Bawaslu Kabupaten Blitar pun menduga potensi jumlah kerusakan surat suara ini akan bertambah hingga hari berikutnya. Sebab, Ida menemui 1 kelompok sortir lipat menemukan dua surat suara rusak. Sehingga pihaknya akan terus mengawasi terkait jumlah surat suara rusak dan perkembangan sortir lipat.
“Kami belum bisa memastikan penyebab robeknya surat suara. Bisa jadi robek dari pabrik atau saat proses sortir. Namun saya menemu kan 1 surat suara robek di tengah, tandanya saat pelipatan itu robek,” terangnya.
Dia menjelaskan ada 14 kelompok petugas sortir lipat, yang terdiri dari 3 sampai 4 orang. Dalam satu kelompok ada 2 orang bertugas meneliti surat suara rusak dan 2 orang melipat surat suara. Setelah itu, mereka menghitung surat suara dan mengemasnya dengan karet.
Petugas sortir lipat ini ketat dalam pengawasannya, karena tidak diperbolehkan membawa makan dan minum di dalam gudang. Maka dari itu, mereka harus izin ke KPU untuk makan dan minum di luar ketika jam istirahat.
“Karena selisih surat suara yang dicetak dan rusak, jika tidak cocok akan terjadi permasalahan. Maka dari itu ketat proses sortir lipatnya,” pungkasnya. (Owi/Aje)






