Surabaya (beritajatim.com) – Berikut kronologi lengkap tragedi tewasnya musisi usai tenggak miras di sebuah bar hotel Surabaya. Kini total korban meninggal berjumlah tiga orang. Dua korban tewas merupakan musisi dan satu lagi merupakan bos sound system yang berada satu meja di Cruz Lounge and Bar Vasa Hotel Surabaya.
Salah satu dari dua musisi yang tewas tersebut merupakan eks drummer Bluesmates William Adolf Refly. Pada Jumat (22/12/2023) lalu, ia diminta manggung untuk menghibur konsumen Cruz Lounge and Bar Vasa Hotel Surabaya bersama Ogie and Friends.
Usai menghibur dengan beberapa lagu dan musik, sekitar jam 21.00 WIB datanglah Indro Purnomo, bos sound system yang memiliki project di Vasa Hotel Surabaya untuk perayaan malam tahun baru.
Menenggak minuman bersama
Mereka duduk satu meja, lantas minum 2 botol Vodka, 1 botol jenis Rum dengan campuran cranberries yang diracik dalam pitcher (karafe kaca). Berdasarkan keterangan saksi, total ada 9 buah karafe dari campuran minuman itu. Setelah minum, mereka lantas pulang meninggalkan area Vasa Hotel pada pukul 01.00 WIB dini hari.
Mereka pulang ke rumah masing-masing. Saat itu Reza Ghulam, pemain Saxophone Ogie and Friends yang juga tewas dalam tragedi ini pulang bersama temannya. Ia mabuk berat dan akhirnya pulang ke rumah rekannya.
Sementara, Refly pulang mengendarai sepeda motornya sendiri ke rumah. Setibanya di rumah, istrinya, Yiska kaget karena sebelumnya ia tidak pernah melihat suaminya itu semabuk ini.
“Dia memang suka minum. Tapi selalu tahu kadar batas tubuhnya. Malam itu dia mabuk berat sekali. Saya tidak pernah melihat Refly mabuk seperti itu,” kata Yiska kepada Beritajatim.com.
Kematian Refly
Diceritakan sang istri, eks drummer Bluesmate itu lantas bangun dan merasakan tubuhnya tidak enak. Namun, ia masih bisa bekerja menggebuk drum pada Sabtu (23/12/2023) malam dan pulang ke rumah sekitar pukul 19.00 WIB.
Saat itu kondisi Refly kian memburuk. Ia pun dibawa ke rumah sakit Adi Husada oleh istrinya pada Minggu (24/12/2023) pada pukul 06.30 WIB pagi. Hanya dirawat selama 3 jam, Refly dinyatakan meninggal dunia. Dari keterangan dokter, kandungan leukosit (sel darah putih) dalam tubuh Refly cukup tinggi.
Reza meninggal lebih dulu
Kisah Reza Ghulam lebih tragis. Usai manggung, ia pulang dalam kondisi mabuk berat hingga harus dinaikkan kursi roda. Ia lantas diantarkan temannya ke rumah sesuai alamat. Namun, saat itu rumahnya kosong. Sehingga rekannya membawa Reza pulang.
Reza baru bangun pada Sabtu (23/12/2023) sekitar pukul 16.00 sore. Hal pertama yang ia lakukan adalah menelepon istrinya. Setelah itu ia kembali tidur. Pada hari Minggu (24/12/2023) pukul 01.00 WIB dini hari, kondisi Reza memburuk dan dibawa ke RSI Wonokromo. Hanya dirawat selama dua jam, Reza dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.
Dunia musisi Surabaya heboh pada Minggu (24/12/2023). Selain mendapatkan kabar 2 orang tewas usai minum minol di Cruz Lounge and Hotel Vasa Surabaya, satu vokalis Ogie and Friends bernama Mitra dalam kondisi kritis dan dirawat di RS Gotong Royong, Rungkut.
Kematian bos sound system
Tidak hanya dua musisi, Indro Purnomo bos sound system yang open table dan ikut minum bersama personil Ogie and Friends, juga kritis setelah tertidur selama 30 jam sejak pulang dari Vasa Hotel.
Indro Purnomo dirawat mulai Minggu (24/12/2023) di RSUD dr. Soetomo. Ia lantas dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (26/12/2023) setelah 3 hari berjuang melewati masa kritis.

Mulai diusut polisi
Polisi yang awalnya tidak menerima laporan apapun akhirnya mengusut kasus ini setelah Yiska, istri dari Refly melapor ke Polrestabes Surabaya. Jenazah Refly diautopsi pada Senin (25/12/2023) tepat pada puncak Hari Raya Natal. Sementara, jenazah Indro Purnomo diautopsi Selasa (26/12/2023). Polisi sudah tidak melakukan autopsi pada jenazah Reza Ghulam karena sudah dikuburkan.
Atas peristiwa ini, pihak Vasa Hotel Surabaya mengatakan pihaknya masih mendalami permasalahannya. “Saat ini team kami sedang menelusuri kebenaran dari berita yang disampaikan, jadi mohon maaf saya belum bisa berkomentar apapun mengenai hal tersebut,” kata Mega Tarina, Asisten Direktur Marcom Vasa Hotel Surabaya saat dihubungi Beritajatim.com, Senin (25/12/2023).
Dari peristiwa ini, polisi telah memeriksa 5 saksi termasuk bartender yang memberikan racikan miras kepada para korban dan temannya. Pria itu adalah Arnold. (ang/ian)






