Malang (beritajatim.com) – Kepala Kepolisian Resor (Polres) Malang AKBP Putu Kholis Aryana menyampaikan bahwa keamanan di Kabupaten Malang telah meningkat pada tahun 2023.
Hal ini dibuktikan dengan menurunnya kasus kejahatan 3C (pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor) serta meningkatnya penyelesaian perkara kasus tersebut.
Kholis mengatakan bahwa penurunan kasus 3C terjadi karena peran aktif masyarakat Kabupaten Malang. Masyarakat lebih berani melapor ke polisi jika terjadi tindak kejahatan.
Selain itu, Polres Malang juga telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kejahatan, salah satunya dengan meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah hukum Polres Malang.
“Ini semua peran aktif masyarakat, menempatkan aspek keamanan sebagai kebutuhan dan tanggung jawab kita bersama,” ujar Kholis dalam konferensi pers akhir tahun di Gedung Sanika Satyawada, Selasa (26/12/2023).
Selain itu, Kholis juga menyinggung potensi kejahatan khusus selama akhir tahun 2023 ini, salah satunya kejahatan Migas, Pupuk, dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Kita perang terhadap TPPO baik bersifat lokal dan modus pengiriman TKI ke luar negeri yang di dalamnya, terdapat indikasi prostitusi,” tegas Kholis.
Kholis mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan Kabupaten Malang. Masyarakat dapat melaporkan setiap tindak kejahatan yang terjadi ke polisi. [yog/beq]






