Surabaya (beritajatim.com) – ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) beberapa waktu lalu meresmikan rumah tahan gempa berbahan dasar FABA (Fly Ash Bottom Ash) di Sumberejo, Paiton, Kabupaten Probolinggo.
FABA merupakan limbah dari pembangkit listrik. Rumah Bangunan Instan Modular Sederhana (BIMA) yang diresmikan ini sudah melewati berbagai tahap uji, dan dinyatakan telah sesuai dengan SNI.
Dalam proyek ini ITS menggandeng PLN. Dikatakan Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN Nusantara Power Fenny Nurhayati, inovasi ini jawaban dari tantangan pengolahan limbah FABA berkelanjutan.
Menurutnya, transformasi ini mampu menyelesaikan masalah lingkungan dan melahirkan inovasi baru dalam pengolahan FABA. “Bahkan, FABA dapat diubah menjadi sangat layak menjadi bahan dasar pembuatan rumah seperti BIMA ini,” ujarnya, ditulis Senin (25/12/2023).
Kata Fenny, dari segi ekonomi, pengembangan olahan FABA dalam struktur bangunan ini akan mampu menciptakan ladang pendapatan baru bagi masyarakat luas.
Ditambah lagi dengan adanya pelatihan bisnis serta praktik pengolahan serta pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang telah dilakukan, kesiapan masyarakat mendayagunakan FABA ini semakin tinggi.
Sementara terkait penggunaan lebih lanjut dari rumah BIMA, Ketua Tim Penelitian Yuyun Tajunnisa mengatakan, bangunan ini akan difungsikan sebagai kantor operasional dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumberejo.
Penggunaan ini diproyeksikan mampu mendukung upaya perputaran ekonomi masyarakat desa serta proses pengelolaan lanjutan dari produksi produk unggulan berbasis FABA.
Dalam peresmian ini juga diserahkan peralatan yang bisa dipakai BUMDes untuk memproduksi Rumah BIMA sebagai upaya keberlanjutan produksi. Bantuan yang diserahkan berupa cetakan, alat uji slump, Alat Pelindung Diri (APD), dan peralatan lainnya.
Yuyun berharap, Rumah BIMA bisa menjadi pionir kokoh untuk keberlanjutan inovasi pemanfaatan limbah lainnya. “Upaya transformasi ini diharapkan mampu membuktikan langkah nyata ITS menyelamatkan lingkungan dan mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat,” tandasnya. [ipl/suf]






