Surabaya (beritajatim.com) – Jalan Kenjeran Watu-watu Surabaya diblokir oleh para pedagang, Minggu (24/12/2023). Aksi para pedagang itu dipicu bentuk protes karena dilarang berjualan di sepanjang jalan Kyai Tambak Deres.
Salah satu pedagang yang enggan namanya dipublikasikan mengatakan bahwa aksi itu dilakukan karena mereka menolak dipindahkan ke Sentra Ikan Bulak (SIB). Alasannya, ketika berjualan di SIB para pedagang merasa kehilangan pembeli.
“Kalau jualan disini ramai. Jadi kita menolak untuk ditertibkan,” kata salah satu pedagang.
Pantauan beritajatim.com, jalan tertutup total satu sisi. Warga menumpuk dengan kayu pohon, batu, dan pagar. Tidak tampak satu petugas pun dari Polisi dan Kecamatan Kenjeran yang berjaga. Para pengguna jalan pun harus rela berbagi jalan yang luasnya 3 meter.
Sementara itu, Hudaya Camat Kenjeran menjelaskan sampai saat ini pihaknya masih mengumpulkan para pedagang untuk berkomunikasi. Ia berjanji segera menyelesaikan masalah penutupan jalan di Kenjeran Watu-watu.
“ini lagi pertemuan dengan para PKL bersama dengan Kapolsek dan Danramil. Mohon waktu kami masih diskusi dengan warga,” ujar Hudaya saat dikonfirmasi Beritajatim.com.
Diketahui, aksi penutupan jalan ini telah dilakukan para pedagang sebanyak dua kali. [ang/but]






