Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar, Rini Syarifah angkat bicara soal pondok Nuswantoro milik Gus Samsudin yang berada di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Bupati Perempuan tersebut memastikan bahwa pondok milik Gus Samsudin tidak memiliki izin praktik pengobatan.
Selain itu, Mak Rini sapaan akrab Bupati Blitar juga menegaskan bahwa pondok Nuswantoro belum mengantongi izin dari Kementerian Agama sebagai pondok pesantren. Dua hal itu disampaikan Mak Rini setelah muncul polemik di masyarakat terkait pondok Nuswantoro milik Gus Samsudin.
“Secara intensif kami juga terus berdiskusi dengan instansi terkait mengingat secara aturan padepokan Nur Dzat Sejati (kini Nuswantoro) tidak memiliki izin praktik pengobatan dan sebagai pondok pesantren perizinan dari Kemenag juga belum ada,” kata Rini Syarifah, Bupati Blitar, Minggu (24/12/23).

Hal itu diketahui Mak Rini usai bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah instansi, seperti Dinas Kesehatan, Kemenag dan Kesbangpol Kabupaten Blitar. Hasilnya diketahui bahwa pondok Nuswantoro di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar diketahui belum mengantongi izin praktik pengobatan alternatif maupun izin sebagai Ponpes.
“Kami mengimbau kepada masyarakat bila memiliki keluhan kesehatan agar memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan yang sudah mengantongi izin saja,” imbuhnya.
Bupati Blitar tersebut pun mengimbau kepada masyarakat agar lebih percaya kepada fasilitas kesehatan yang telah berizin, seperti puskesmas, rumah sakit hingga dokter. Pasalnya ketika berobat ke tempat yang belum jelas izinnya, maka yang bisa dipastikan disitu tidak ada pengawasan dan standart medis yang dijalankan.
Sebagai pemimpin daerah, Rini Syarifah pun tidak tinggal diam atas peristiwa meninggalnya seorang perempuan asal Surabaya di kamar mandi pondok Nuswantoro milik Gus Samsudin. Mak Rini telah memerintahkan semua OPD terkait, untuk turun dan mencari tahu apa yang terjadi, termasuk juga soal perizinan.
“OPD terkait sudah melakukan verifikasi lapangan ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas jajaran juga, kami akan selalu mengawasi,” tutupnya. [owi/but]






