Ngawi (beritajatim.com) – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan stok solar di 18 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Ngawi masih tebal. Stok rata-rata mencapai 11.700 liter per SPBU.
Hal itu disampaikan oleh Communication Relation Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Taufiq Kurniawan.
“Saat ini stok real time mencapai 11,7 kilo liter rata-rata. Jadi, secara umum sebenarnya Kabupaten Ngawi masih aman stoknya. Masyarakat perlu membedakan antara kondisi kelangkaan dan padatnya antrean karena permintaan meningkat,” kata Taufiq, Minggu (24/12/2023).
“Kalau kelangkaan itu karena memang kondisi stok yang habis. Tapi di Ngawi ini stoknya rata-rata masih cukup tebal, yakni 11.700 liter di tiap-tiap SPBU. Kemudian kami terus menjaga karena selama periode Nataru ini kami siaga menjaga stok di lembaga penyalur kami tambah 5 persen sampai dengan 15 persen,” lanjut Taufiq.
Menurutnya, apa yang terjadi di Ngawi bukan kelangkaan, namun karena padatnya antrean kendaraan seiring dengan meningkatnya volume kendaraan saat Nataru.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk mempercepat antrean, yakni dengan membayar secara non tunai menggunakan aplikasi MyPertamina atau aplikasi OVO.
“Untuk MyPertamina ada casback delapan persen dan OVO cashback 5 persen. Semoga cashback ini bisa meringankan ongkos perjalanan. Dan kami harapkan seluruh pengendara sampai dengan selamat dan tepat waktu,”pungkasnya. [fiq/but]






